DPD LSM PMPRI Provinsi Sumbar Gelar Seminar Wirausaha

KORANFORUM.COM, SUMATERA BARAT — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga swadaya masyarakat Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (DPD LSM PMPRI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), mengadakan seminar kewirausahaan bertemakan “Membangun wirausahan pemuda dalam mengembangkan pertanian daerah”, pada Sabtu (6/4/2019) lalu.

Seminar ini di ikuti oleh seratus orang lebih, yang mewakili dari berbagai universitas di Kota Padang, Sumbar.

Terlihat, seminar kewirausahaan ini mendapat respon positif, karena bobot materi dan pematerinya yang proporsional dan komprehensif.

Adapun pembicara dalam kegiatan seminar kali ini, yaitu Nurkholis S.H selaku Ketua Gerakan Pemuda Tani Sumbar (GEMPITA SUMBAR), serta Ir. Joni  selaku mantan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatra Barat.

Sekretaris DPD PMPRI Provinsi Sumatra Barat, Robi Candra S.E, dalam sambutannya, mengatakan acara seminar kewirausahaan ini diangkat atas dasar masukan dari beberapa pengurus DPD PMPRI Sumbar.

“Kegiatan seminar ini, merupakan kegiatan kedua DPD PMPRI Sumbar, dimana DPD PMPRI Sumbar juga berperan aktif dalam aktifitas sosial dan upaya pelestarian lingkungan,” ucap Candra.

Dia melanjutkan, pihaknya juga berperan aktif dan ikutserta dalam sidak ke perusahaan Kelapa sawit yaitu PT. INCASI RAYA.

Dari kegiatan sidak tersebut, mereka temukan adanya dugaan pengrusakan lingkungan Daerah Aliran sungai (DAS), yang diduga dilakukan oleh perusahaan tersebut.

“Hasil dari sidak tersebut telah di sepakati dengan pihak perusahaan, yang mana perusahaan bersedia untuk menormalkan kembali aliran sungai tersebut sepanjang 18 kilo meter,’ beber Candra.

Dijelaskannya, Seminar Kewirausahaan ini ditargetkan untuk meningkatkan semangat Pemuda Indonesia, khususnya Provinsi Sumatra Barat, untuk ikut mengambil peran dalam memajukan pertanian modern, di daerah asalnya masing-masing.

Dalam penyampaiannya di sela seminar, mantan kepala dinas pertanian Sumbar, mengatakan, pada hakikatnya untuk menjadi petani, yang harus di perhatikan adalah jangan menjadi petani yang menantang alam. Kuasai dan identifikasi terlebih dahulu lahan yang akan dimanfaatkan untuk pertanian tersebut. Selanjutnya, pilihlah tanaman yang cocok dan sesuai dengan kondisi alam di daerah tersebut.

Ia menambahkan, memang menjadi tantangan tersendiri bagi berbagai pihak, karena semakin maju suatu daerah, maka akan berkurang lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian masyarakat.

“Menjadi tantangan tersendiri buat kita bersama, yangmana semakin maju suatu daerah, maka akan berkurang lahan kosong yang seharusnya bisa di manfaatkan untuk pertanian masyarakat, sehingga harus ada komitmen pemerintah, agar bisa menetapkan tata kota dan izin bangunan, agar tidak semua lahan kosong dimanfaatkan untuk pembangunan gedung,” pungkasnya.

Sedangkan Candra menambahkan, sebagai pendorong tingkat perekonomian, peran serta UMKM atau Homemade juga tidak terlepas pisah, karena output-nya bisa menambah pemasukan untuk masyarakat di daerah setempat. (ET/Red).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *