KASI INTEL KEJARI BASEL PEMATERI PROSEDUR PENYALURAN DANA HIBAH KEPADA 106 PESERTA SOSIALISASI HIBAH KEAGAMAAN

KORANFORUM.COM, BANGKA SELATAN — Dinas Kesra Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengelar kegiatan Sosialisasi Evaluasi dan Monitoring Hibah Bidang Keagamaan Tahun 2019, dimana sebanyak 106 orang menjadi peserta acara ini, beberapa waktu lalu.

Adapun peserta terdiri dari 50 Desa dan 3 Kelurahan, yang ada di Kabupaten Bangka Selatan, yangmana masing-masing mengutus dua orang sebagai peserta Sosialisasi Hibah Keagamaan, berlangsung di Hotel Marina Jalan Jendral Soedirman, Toboali, Basel, Selasa (12/3/19) lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut
Muhson, S.St, M.Si, selaku
Kepala Dinas Kesra (Kesejahteraan rakyat), Kajari Bangka Selatan ( Safrianto Zuriat Putra) diwakili oleh Dody Purba Selaku Kasi intel kejari Basel dan sekaligus sebagai Narasumber dalam Acara Sosialisi Hibah keagamaan.

Kegiatan tersebut mengambil tema” Kita tingkatkan Transparansi Akuntabilitas Penyaluran dan Pengunaan Hibah keagamaan demi mencapai Bangka selatan yang Maju,Mandiri,Sejahtera dan Berdaya Saing”.

Kadis kesra dalam kegiatan tersebut, usai giat berlangsung saat wawancara dihadapan Awak media ini, mengatakan, dengan adanya sosialisasi danah hibah ini mereka bisa tepat sasaran dan tepat penggunaannya.

“Bagaimana mesjid bisa menjadi lebih baik, yang tujuannya supaya pengurus mesjid sendiri, walaupun dapat dana hibah bukan menjadi masalah, tapi malah justru membawa barokah,” ucapnya.

Lebih lanjut Muhson mengatakan, untuk pencanangan Dana hibah keagamaan tidak khusus hanya kepada mesjid saja, Namun Dana hibah itu bisa siapa saja yang mengajukan seperti, yayasan-yayasan, baik agama – agama lain juga bisa untuk mendapatkan hak itu,”ungkap Muhson.

Inikan pemerintah daerah tidak menutup untuk yang lain. Ini semuanya bisa yang penting persyaratan untuk pengajuan dana hibah itu harus jelas, mengajukan proposal ada akta pendiriannya, jangan sampai tidak ada Nanti pertanggung jawabannya ke siapa,” imbuh Kadis kesra yang baru menjabat Sebulan 15 hari.

Ditambahkannya Dana hibah itu ada didinas ppkad bukan di institusi kita. Nanti digelontorkan melalui hibah dari proposal yang diajukan kemudian di sampaikan berapa yang akan dianulir nanti kita yang akan periksa ke lapangan. Nantinya juga ada dari pihak inspektorat ada dari PU ada dari KESRA, ada dari BEPPEDA mereka semua turun ke lapangan untuk melihat kelayakan apakah bisa untuk diberikan. Ada tim survei yang akan memeriksa kebenaran dilapangan dan tim tidak asal asalan semua harus melewati mekanisme yang ada. Setelah dibangunpun ada tim surveinya. Kalau PU menilai berapa yang layak dibantu sesuai Rab nya. Sedangkan inspektorat berkaitan dengan pelaporan keuangannya,” jelas Muhson.

Selain itu KASI INTEL KEJARI Bangka Selatan, Dody P Purba, usai mengisi kegiatan Sosialisasi Hibah Keagamaan, sebagai pemateri atas seizin Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra, SH,MH, mengatakan, Pihak Kejari Basel memberikan materi mengenai “prosedur penyaluran dana hibah menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku”, dengan harapan agar prosedur penyaluran dana hibah di basel dapat berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, tepat guna dan mutu serta jauh dari penyimpangan, sehingga dapat mendukung kinerja Pemda Basel,” terang Kasi Intel Kejari Bangka Selatan, Dody P Purba.

(ibrahim)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *