Terjadi di Belitong, Warga Desa Tanjungtinggi Tandatangani Penolakan Massal Atas Rencana Pengalihan Jalan

KORANFORUM.COM, BELITONG — Heboh ! Ini terjadi di Pulau Belitong, dimana Warga DesaTanjungtinggi Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, memberikan tandatangannya secara massal sebagai sikap tegas menolak Pengalihan Jalan Umum di Kawasan Tanjungtinggi oleh pihak manapun, Minggu (27/1/2019) pagi, saat berkumpul disekitar Kawasan Desa Tanjungtinggi.

Sikap penolakan itu, dengan membubuhkan tandatangan di atas spanduk, yang dibentangkan di Kawasan Jalan Wisata Tanjungtinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Tampak, saat aksi penolakan itu, masyarakat Tanjungtinggi dengan antusias berbondong bondong datang ke lokasi berkumpul, guna bisa menghadiri dan menandatangani sikap penolakan di atas baleho dan di atas kain, yang terbentang puluhan meter.

Bahkan, ada juga warga dan tokoh masyarakat dari luar Desa Tanjungtinggi, terlihat ikut menghadiri dan menandatangani sikap atas rencana penolakan Pengalihan Jalan Umum.

Budi, salahseorang Aktifis Pemerhati Pariwisata Belitong, disaat setelah ikut membubuhkan tanda tangan sebagai sikap ikut menolak, menyatakan, jika dia menandatangani penolakan Pengalihan Jalan Umun ini, karena dia ikut merasa prihatin dengan rencana Pengalihan Jalan Umum, di Kawasan Wisata Pantai Tanjungtinggi tersebut.

“Jalan adalah punya khalayak ramai dan Tanjungtinggi ini, sudah dikenal sebagai destinasi wisata sejak jaman dulu, sebagaimana kita kenal Tanjungtinggi sebagai tempat kumpul keluarga, segala macam dan sekarang banyak tempat,” ungkap Budi.

Dikatakannya lagi, ada pihak yang membangun jalan yang diduga sengaja untuk memisahkan fasilitas publik, pantai dengan properti.

Sementara, jalan ini sudah ada sejak jaman dulu, sebelum ada properti, bahkan sebelum investor ada, namun sekarang jalan mau di pindahkan.

Sedangkan Kepala Desa Tanjungtinggi, Sudarmo, disela aksi penolakan oleh masyarakat, mengungkapkan, bahwa awalnya pihak perusahaan PT Ranati memasang baleho rencana pembuatan jalan baru, tanpa ada koordinasi lebih duku dengan pihak desa, serta diduga juga tanpa ada sosialisasi dengan masyarakat, sehingga menimbulkan reaksi masyarakat untuk menolak rencana Pengalihan Jalan Umum tersebut.

“Banyak aset masyarakat yang tidak terakomodir, aset masyarakat salah satunya perkuburan umum, kemudian rawa rawa dan sungai yang dikelola masyarakat, yang diklim oleh pihak perusahaan,” beber Sudarmo.

Untuk menindaklanjuti penolakan warga Tanjungtinggi ini, Sudarmo menyebutkan, kalau pada hari Senin besok, pihaknya akan menyampaikan surat tertulis atas penolakan pengalihan jalan umum ini, kepada pemerintah Kecamatan Sijuk dan Pemerintah Kabupaten Belitung, serta DPRD Kabupaten Belitung. (sal/agus)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *