KPU Tak Munculkan Masalah Narkoba Dalam Materi Debat Capres-Cawapres, Kaspudin Nor Kecewa

KORANFORUM.COM, JAKARTA – Berbagai isu atas persoalan utama bangsa ini, sempat mengemuka dalam materi Debat Capres-Cawapres, yang digelar Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Kamis (17/1/2019) Malam.

Saat itu, masalah utama yang muncul saat debat, adalah Penegakan Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme.

Namun, ada salahsatu dari masalah utama bangsa ini, yang ternyata tak diangkat menjadi bahan debat capres-cawapres 2019, yaitu Masalah Pemberantasan Narkoba.

Padahal, masalah Narkoba sudah sangat serius bagi bangsa ini, karena itu adalah masalah bangsa yang sangat mendasar, namun ternyata tak muncul dalam materi debat.

“Saya merasa sangat kecewa, karena KPU tidak memasukan isu tentang pemberantasan Narkoba dalam debat capres-cawapres, Kamis malam itu. Padahal, itu mestinya dijadikan satu paket isu dalam debat pertama capres dan cawapres,” ucap Pakar Hukum Pidana, Kaspudin Nor, usai melihat acara debat.

Menurut Mantan Komisioner Komisi Kejaksaan (Komjak) RI ini, masalah Narkoba juga adalah masalah utama bangsa, karena terkait atas masa depan generasi muda yang sehat. Dimana nantinya, mereka dibutuhkan sebagai calon calon pemimpin bangsa ini.

Apalagi saat ini, masalah peredaran narkoba di Indonesia, sudah sangat menghawatirkan sekali. Dengan demikian, masalah Narkoba ini, bisa dinilai sebagai persoalan paling serius di Indonesia, selain juga masalah korupsi, penegakan hukum, Teroris dan HAM.

Dikatakan oleh Advokat Senior dan Aktifis Sosial ini, saat ini memang perlu suatu konsep yang luar biasa, yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin bangsa.

Oleh karenanya, dibutuhkan langkah langkah strategis, yaitu tindakan yang efektif dan tepat dalam mengatasinya. Sebab itu, perlu terlebih dahulu dicari dulu akar permasalahannya.

Kaspudin Nor, yang dipercaya menjadi Dewan Penasehat dan Dewan Pembina oleh puluhan organisasi Ormas, LSM dan Organisasi Pers ini, menjelaskan lagi, bahwa mengatasi permasalahan itu, tentu dibutuhkan berbagai keahlian dalam menanganinya, setelah itu bagaimana tindakan dan pembinaannya.

Ditambahkannya, dalam hal penangganan permasalahan itu, dibutuhkan orang yang sangat profesional dan berintegritas, karena selain permasalahan itu sangat kompleks, juga terkait masalah anggaran yang sangat besar.

“Untuk itu, jika nanti sampai terpilih sebagai presiden, diharapkan mampu memilih orang orang yang tepat sebagai pembantunya, mampu mengemban tugas yang diberikan. Namun, orang yang dipilih nanti, bukan karena kedekatan dengan sang presiden, namun harus mengedepankan peniliaian atas kapabilitas dan kredibilitas orang orang tersebut,” pungkasnya. (jon)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *