“Kisah Cinta 25 Tahun Faisal – Henny, Sang Keyboardis Ganteng Jatuh Hati Pada Penyanyi Cantik Saat Pandangan Pertama”

SETIAP Pasangan suami istri, tentu memiliki kisah cinta dan kehidupan yang berbeda dengan pasangan lainnya. Karena setiap pasangan akan menjalani taqdirnya masing-masing, hingga akhir hayat.

Salahsatu contoh pasangan suami istri itu, adalah Faisal dengan Henny Mareta. Dimana mereka adalah pasangan suami-istri yang terlihat harmonis dan berbahagia, meski mereka berasal dari dua daerah berbeda di Indonesia.

Sang suami bernama Faisal, asal Pulau Belitong, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Sementara Sang Istri, bernama Henny Mareta, asal Kota Balik Papan, Kalimantan Timur.

Tampak, sepasang suami istri ini sedang berbahagia sekali. Karena bisa mengembangkan karir dan menjalani biduk rumah tangga bersama, hingga 25 Tahun. Kata orang orang, mereka ini adalah pasangan yang luar biasa, karena sudah memperoleh “MEDALI PERAK” Perkawinan.

Lalu, gimana kisah awal kehidupan suami istri yang ganteng dan cantik ini? Tentu kita semua ingin tahu kisahnya. Biar tahu perjalanan hidup mereka yang cukup fenomenal ini, sehingga bisa jadi inspirasi yang baik bagi semua pihak.

Sebab, sampai saat ini, Faisal masih menjabat CEO SHUNDA PLAFON, salahsatu perusahaan material yang punya nama besar, karena jaringan bisnis perusahaan ini tidak hanya di level Nasional, tapi juga hingga ke seluruh penjuru dunia.

“Saya anak bungsu dari 6 bersaudara. Kedua abang saya, tinggal di Pulau Belitong, sedangkan 3 kakak tinggal di Jakarta, pada waktu itu,” ungkap Faisal, lelaki yang selalu tampil keren dan macho, meski sudah berusia tak muda lagi.

Dikisahkannya, berawal pada Tahun 1980 silam, dirinya berangkat ke Kota Metropolitan atau Jakarta, untuk mengadu nasib di ibukota. Kala itu, dirinya hanya memiliki modal uang disaku sekitar Rp 70.000, tanpa punya ijasah selembar pun.

Lalu, sesampainya di Jakarta, dia numpang tinggal di rumah sewaan kakaknya, yaitu beralamat di Gang TSS, Kampung Duri Jembatan Lima.

Disaat itu, dirinya pernah melamar kerja di Pabrik Permen, di Bilangan Daan Mogot. Tapi nadib belum berpihak padanya, karena lamaran kerjanya ditolak oleh manajemen perusahaan permen itu. Pasalnya, dirinya dinilai tidak punya pengalaman kerja.

Mendapati kenyataan itu, Faisal yang masih sangat muda, tidak menyerah. Karena hampir setiap minggu, dia bisa ikut tour lokal jalan jalan gratis.

“Kebetulan saja, kakak saya punya kenalan beberapa orang yang bisnis tour lokal dan kebetulan saya hobby nyanyi dan bisa bermain gitar, maka saya sering diajak untuk menghibur peserta tour. Biarpun saya tidak dibayar, cuma dapat makan dan tidur ikut panitia saja, tapi hati saya pada waktu itu sangat happy,” beber Faisal, pengusaha ganteng yang sukses dan punya istri yang baik dan cantik pula.

Diungkapkannya, pada waktu itu, satu sisi mereka butuh tenaga dirinya untuk menghibur peserta tour, sedangkan disisi lain, dia dapat jalan jalan secara gratis. Maka dalam kurun waktu setahun, dirinya sudah tahu hampir semua tujuan wisata di Pulau Jawa, karena sudah jajakinya.

Adapun hari hari lainnya, dia membantu kakaknya yang bisnis konfeksi pakaian anak anak, meski masih secara kecil kecilan. Kala itu, dia membantu beli benang, beli kancing, beli renda dan lain lain.

Setelah pakaiannya jadi, lalu dirinya juga yang bantu mengantar barangnya ke Pasar Tanah Abang.

Kemudian, sekitar Tahun 1982 silam, dirinya mulai beralih membantu abangnya yang nomor satu, yang ada di Belitong, yang tengah merintis usaha barang kelontongan.

“Saat itu, saya yang belanja barang di Jakarta, lalu dikirim ke Belitong,” kenang pengusaha muda yang memiliki banyak sahabat dan tak sombong ini.

Kemudian, diawal Tahun 1984, abangnya yang nomor 2, memulai usaha hasil laut, dimana dirinya pun disuruh membantu dalam hal kontrol usaha hasil lautnya, berlokasi di Kawasan Muara Angke.

Lalu, pada Tahun 1994, dia memulai usaha baru dibidang Furniture Interior Design. Kemudian, di Tahun 2008, dirinya dipercaya untuk menjadi Distributor Tunggal, untuk barang Produksi Perusahaan Shunda Plafon, hingga sampai saat ini.

Terus gimana cerita cinta abang, sehingga bisa brtemu “bidadari cantik” bernama Henny Mareta?

Faisal menjawab, kisah awalnya dulu ada restoran yang cukup populer, yaitu bernama “Sun Moon” di Bandengan Selatan, dimana restoran inilah saksi awal berseminya kisah cinta antara dirinya dengan istrinya, yang sangat dia cintai.

Ketika itu, Restoran Sun Moon, adalah restoran yang cukup terkenal, sehingga banyak dipesan orang orang untuk acara resepsi pernikahan.

“Naah, pada waktu itu, si dia (Henny Mareta), adalah salahsatu pengisi acara khusus pesta perkawinan, tapi cuma hari minggu saja. Berawal dari pemain keyboard yang berhalangan. Karena kebetulan saya teman dekat pemain keyboard itu, maka saya diminta untuk menggantikannya main, pada waktu itu juga. Tanpa saya sangka, pada pandangan pertama, saya melihat si dia (Henny Mareta), lalu sambil hati saya berdegup kencang, saya merasa langsung terpesona dan jatuh cinta,” tutur Faisal, sambil menampakan senyum di wajahnya.

Sesudah kejadian pandangan pertama itu, dirinya malah minta pada temannya, agar dirinya terus yang gantikan sebagai keyboardis di restoran situ. Namun permintaan itu, hanya untuk sementara waktu saja, sampai dirinya berhasil mendapatkan si pujaan hati (Henny Mareta).

“Gayung bersambut, teman saya itu menyetujui. Lalu saya bergaya bak intelejen, karena saya mulai tanya dan selidiki pujaan hati saya itu. Duuh ternyataaa, si dia (Henny Mareta) pada waktu itu masih kosong alias belum ada yang memiliki cintanya..hahayay,” ucapnya, sambil sedikit tertawa, karena tak kuasa menahan kegembiraan dan kelucuan disaat masih mengejar cintanya dulu.

Mengetahui kondisi itu, dirinya bertambah semangat. Sempat didalam hatinya dia berbisik,”Ini adalah kesempatan yang baik dan saya harus mulai mengadakan pendekatan”.

Maka sampai suatu waktu, disatu ruangan yang pas lagi sepi, dirinya memberanikan diri untuk menyatakan cinta pada gadis pandangan pertamanya itu. Meski saat berucap cinta itu, dirinya diliputi hati cemas dan was was, kalau cintanya ditolak.

“Soalnya, sebelumnya, saya belum pernah mengucapkan kata kata cinta seperti itu, pada wanita lain. Memang dulu pernah menyenangi seseorang, tapi tidak berani menyatakannya. Tapi dengan si dia (Henny Mareta), saya sepertinya mendapat dorongan hati yang power full, sehingga berani untuk menyatakan cinta padanya. Lalu apa yg terjadi? si dia langsung tersenyum dan mengangguk, itu mungkin pertanda si dia menerima cintaku. Seketika, secara spontan, kemudian aku dengan sedikit gemetar, memberanikan diri untuk menciumnya. Oh My God, hatiku langsung berbunga bunga dan serasa dunia ini seperti milik kami berdua, sedangkan yang lain ngontrak he..he…he,” kata Faisal, sambil tertawa terkekeh kekeh mengenang masa lalu cintanya yang agak gokil ini.

Disinilah, awal kisah cintanya hingga bertemua dengan Pujaan Hatinya, dimana kejadiannya sekitar Tahun 1988 silam. Kalau tak salah, waktu itu si dia masih duduk di SMA kelas 2.

“Saat itu, saya merasa haru dan bahagia, karena Bidadariku yang cantik, Henny, menerimaku apa adanya, pada waktu itu. Dan dia tidak materialistis, karena pada waktu itu, aku hanyalah seorang pemuda yang tergolong sangat biasa dan hanya memiliki sepeda motor Honda C 800. Karena inilah, juga yang menjadi nilai plus bagi ku kepadanya. Kenangan ini, selalu ku ingat, dimana waktu masih susah kita sama sama. Masa iya, setelah sukses, kita sama org lain, itu namanya tidak adil. Apalagi, aku sangat mencintai bidadariku yang sangat cantik ini,” ucap Faisal dengan tegas.

Dikisahkannya lagi, meskipun dulu selama mereka masih pacaran, bukan berarti berjalan mulus terus, kadang juga ada pertengkaran, dikarenakan selisih pendapat.

Maklum saja, dirinya berasal dari kampung yang kurang pendidikan, sehingga membuat dirinya suka salah ngomong, salah menilai dan kadang salah ambil keputusan. Dirinya juga sering dimarahin, tidak boleh begini dan tidak boleh begitu, serta masih banyak lagi pelajaran berharga yang dia dapatkan selama jalan pacaran dengan pujaan hatinya itu. Dimana mereka pacaran selama 6 tahun dan akhirnya menikah.

Apa ada lika liku sebelum melamar dan berumahtangga? Faisal menjawab lagi, dulu pernah dirinya coba melamar, waktu si doi (Henny Mareta), barusan lulus kuliah, tapi ditolak dengan alasan si doi yang cantik itu, barusan lulus kuliah. Sebab, orang tuanya mau, agar si doi beketja cari pengalaman dulu. Terpaksa, dirinya harus menunggu lagi hingga 1,5 tahun.

Setelah itu, barulah mereka diizinkan untuk menikah, yaitu pada Tanggal 8 Januari 1994 silam, dimana mereka merayakan pesta pernikahan di restoran yang sederhana, di Bilangan Lokasari, Mangga Besar, tepatnya di Restoran Unicorn.

Lalu, bagaimana kehidupan rumah tangga setelah menikah? Faisal pun tersenyum sesaat, lalu menjawab lagi, kehidupan rumah tangga kami hampir sama seperti orang orang lain pada umumnya. Kadangkala ada aja gejolak dan percekcokan, Tapi akan cepat kami atasi. Tidak boleh berlarut larut, harus secepatnya diselesaikan, bila tidak ada titik temu, bisa minta bantuan orang tua, sebagai penengah. Biasanya nasehat orang tua yang sudah pengalaman lebih ampuh.

Kalau boleh tahu, berapa jumlah putra dan putri saat ini? Gimana tingkah laku mereka?
Puji Syukur ya, dari hasil perkawinan kami, telah dikarunia 3 putra. Sulung lahir Tahun 1995, ke dua Tahun 1997 dan si bungsu lahir Tahun 2000 lalu.

“Anak anak kami semuanya penurut, dimana saat ini masih aman terkendali. Saya sering menasehati anak anak, boleh bergaul dengan siapa saja, yang penting bisa jaga diri, jangan muda terbawa arus, harus tahu mana yang boleh dan mana yang tidak. Mana yang benar dan mana yang salah. Pergaulan itu adalah salahsatu akses menuju kesuksesan,” pesan Faisal.

Terus, apa arti sebuah keluarga bagi abang?

“Bagiku, Keluarga adalah tempat bernaung dan curahan hati. Maka dari itu, jangan sampai ada orang ketiga didalamnya, ini akan merusak dan menghancurkan rumah tangga yang telah dibangun dengan susah payah. Tentu, yang namanya godaan pasti selalu ada. Apalagi disaat kita mulai mapan. Tapi tinggal kita yang menentukan, mau dibawa kemana arah keluarga ini. Kalau mau damai, tentram dan aman, jangan coba coba bermain api, atau rumah tangganya akan hancur dan hangus terbakar api,” tandas Faisal.

Seberapa besar peran istri dan keluarga dalam mendukung kesuksesan karir abang?

Faisal pun berkata lagi, ini anugerah yang sangat luar biasa bagiku. Keluarga dan istri sudah pasti sangat mendukung, keluarga itu spirit atau power bagi kita. Karena keluarga kita jadi semangat, karena keluarga kita jadi kuat, karena keluarga kita harus berjuang, juga karena ada wanita yang pintar maka kita bisa sukses. Pepatah mengatakan, keberhasilan atau kesuksesan seorang pria itu, karena ada wanita hebat disisinya.

Apa yang diharapkan abang setelah 25 tahun perkawinan ini?

“Harapanku cuma satu, agar kami berdua akan sehat selalu. Karena dengan kesehatanlah semua akan menjadi indah,” ucapnya lagi.

Pertanyaan terakhir nih, apa saran dari abang kepada saudara dan sahabat, didalam menjaga kerukunan dan keutuhan berumahtangga?

“Semoga bisa saling berhubungan, tetap harmonis, saling mengalah, saling menyayangi, memperhatikan pasangan dan yang paling penting, saling setia. Ini adalah pondasi utama dalam kehidupan berumah tangga. Bila pondasi utama ini goyah, maka rumah tangga akan segera runtuh. Bilamana salah satu pasangan ada yang berkhianat, maka yang satunya akan terluka, biarpun lukanya bisa disembuhkan, tapi lukanya tetap membekas. Jangan sampai itu terjadi,” pesan Faisal secara lugas. (jon)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *