Siaran Pers: “Selamatkan Demokrasi, GEPRINDO Akan Gelar Aksi ke KPU!”

ADA Temuan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai GERINDRA DKI Jakarta, bahwa ada data yang diduga invalid sebanyak 1.243 896 dan data ganda 27.178 pemilih, pada DPS Pemilu 2019.

Temuan ini hal sepele, mengingat apa yang terjadi pada pilgub Jawa Tengah 2018 lalu, yang ditemukan ada sekitar tiga juta pemilih lebih, yang diduga termasuk dalam pemilih ganda dan pemilih invalid.

Dua temuan ini, sangat mengancam nilai-nilai dan prinsip demokrasi kita yang menjunjung jujur dan adil. Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) menilai, bahwa temuan ini sebagai ancaman terhadap pemilu legislatif dan pilpres yang jujur dan adil. Bahkan di Jakarta, juga ditemukan pemilih dalam DPS yang diduga tidak memiliki NIK dan KK. Hal ini, tentu saja semakin menambah fakta, bahwa pemilu 2019, terutama demokrasi kita sedang dicurangi.

Bila dua daerah ini saja ditemukan data yang invalid, maka tidak tertutup hal ada dugaan yang sama terjadi di daerah lain. Jakarta sebagai ibukota negara saja, diduga kuat begitu bobrok datanya, konon lagi di daerah-daerah. Ini merupakan ancaman serius, sekaligus usaha menjadikan pemilu kita sebagai ajang kecurangan yang terorganisir dan terencana, bahkan massif.

Karenanya, Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) menghimbau kepada seluruh organisasi masyarakat di daerah-daerah, agar terlibat memantau data yang di keluarkan KPUD di daerah masing-masing, serta mengkritisi kinerja lembaga tersebut, bila ditemukan dugaan invalid data, sebagaimana yang diduga terjadi di Jakarta dan Jawa Tengah.

Sedangkan Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) sendiri, melalui pengurus disetiap Propinsi, sedang melakukan investigasi terkait dugaan invalid data.

Selain itu, Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) dalam waktu dekat ini, akan melaksanakan aksi demonstrasi untuk menuntut KPU, agar  bekerja secara profesional dan konstitusional.

Hendaknya, KPU jangan menjadi agen bagi orang-orang ingin mencurangi pemilu, sekaligus patut diduga ingin menciderai demokrasi serta mengangkangi demokrasi.

Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), mengajak seluruh komponen anak bangsa yang peduli pada nasib pemilu dan demokrasi, untuk aksi bersama melawan kecurangan.

Kita akan datangi KPU, bila perlu kita akan menginap di KPU, hingga mereka memperbaiki potensi curang, karena rakyat yang akan dirugikan nantinya.

Sudah cukup rakyat selama ini dipermainkan dalam setiap ajang demokrasi, saatnya rakyat bergerak dan melawan, Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) siap menjadi garda terdepan melawan kecurangan tersebut.

 

Jakarta, 20 Juli 2018

*Salam Pribumi Indonesia*

 

*Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO)*

*Bastian P. Simanjuntak*

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *