“Fauzan Noor, Prahara Seorang Juara Dunia Karate”

ATLIT Nasional Cabang Olahraga Karate, Fauzan Noor, berhasil memenangi Kumite (perkelahian) Kejuaraan Dunia Karate Tradisional (ITKF), di Praha, Ceko, awal 2018 lalu.

Namun prestasi yang diraihnya secara gemilang itu, tak berbanding lurus dengan kehidupannya yang miskin, dimana sampai kini, keberhasilannya itu tidak ada yang memberikan apresiasi secara wajar, misalkan memberikan hadiah kepada dirinya.

Bahkan, saat melamar menjadi anggota Satpol PP di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pun, dirinya ditolak. Begitu juga tidak ada tawaran dari institusi TNI maupun Polri, atau kementerian dan BUMN, serta pemda setempat, yang menawarkan pekerjaan kepada dirinya. Memang sangat ironis.

Fakta ini, sangat berveda jauh atas nasib yang dialami oleh Atlit Atletik, Lalu M Zohri, selaku Juara Dunia Junior Lari 100 meter putra, yang kini terus banjir hadiah. Sedangkan Fauzan Noor, harusgigit jari.

Sama seperti ketika berangkat ke Praha, Fauzan hanya bermodalkan makanan mie instant dan kacang bungkus. Begitu pun setelah jadi juara dunia karate, kehidupannya pun tak berubah, karena menderita dan tetap pahit.

Lalu timbul pertanyaan? Mengapa tidak ada perhatian dari Pemprov Kalimantan Selatan kepada Fauzan Noor? Apa kabar juga Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI)? Bagaimana KONI, Kementerian Pemuda dan Olahraga? Apakah ini patut diduga merupakan
Diskriminasi terhadap cabang olahraga? yang bisa saja diduga juga menjadi penyebabnya.

Cabang Olahraga Karate, mungkin tidak sepopuler sepakbola, badminton, tinju, tenis maupun atletik. Tetapi menjadi juara dunia karate tradisional (dasar karate), punya gengsi tersendiri.

Sebabnya, dalam kompetisi ini adalah perkelahian bebas, tanpa kelas berat badan dan tanpa pelindung tubuh. Namun yang membuat kagum, di putaran final, Fauzan berhasil mengalahkan Karateka Ceko, yang tubuhnya lebih tinggi dan berat badannya pun lebih dari 20 kg, dibandingkan tinggi dan berat dari tubuh Fauzan.

Dengan fakta itu, Fauzan harus menahan rasa sakit saat menerima pukulan dan tendangan dari lawannya, semua itu dirasakannya, Demi Merah Putih. Maka Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Praha, ketika Fauzan berhasil mengalahkan lawannya. Tapi sungguh tragis atas nasib yang diterima Fauzan Noor. Itulah Prahara Seorang Juara Dunia Karate, bernama Fauzan Noor. (*/rohimat)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *