Harga Tiket Pesawat Dinilai Mahal, Berbagai Elemen Protes Keras!

KORANFORUM.COM, BELITUNG — Fenomena tingginya harga tiket pesawat route penerbangan Jakarta-Tanjungpandan, Belitung dan sebaliknya, menuai protes keras dari berbagai elemen masyarakat di Pulau Belitong, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Protes keras ini dilontarkan, karena menilai tingginya harga tiket pesawat, dapat membebani biaya hidup masyarakat yang sudah berat, serta bisa berdampak pada buruknya pengembangan sektor pariwisata di daerah.

Namun terkait fenomena ini, ada juga penjelasan dari berbagai pihak, termasuk pengusaha travel dan sekaligus juga pelaku pariwisata.

Namun fakta adanya kenaikan harga tiket pesawat, yang diduga hingga pada titik level tertinggi ini, sudah terlanjur  menjadi konsumsi publik.

Bahkan, beberapa statemen dari berbagai pihak sempat muncul di media sosial (medsos), yang mana ada juga menjurus pada himbauan agar tak mengunjungi daerah, karena harga tiket pesawat yang dinilai mahal, sehingga dianggap sudah keterlaluan.

Karena itu, untuk mencari tahu tentang posisi harga tiket pesawat pada level titik tertinggi, maka wartawan media Koran Forum (www.koranforum.com) berusaha melakukan konfirmasi kepada pengusaha travel, salahsatunya adalah Pimpinan Toko Lotus, Ayie Iskandar Gardiansya, yang merupakan salahsatu senior sebagai pelaku usaha jasa travel, di Pulau Belitong ini.

Saat ditemui pada beberapa waktu lalu,
Ayie menjelaskan, bahwa, kalau dilihat dari “kacamata” hukum pasar dalam perdagangan, apabila permintaan banyak maka harga akan cenderung naik, atau apabila penawaran atau permintaan berkurang, maka harga akan cenderung turun.

Menurutnya, ada dua dampak yang bisa dinilai dominan, akibat kenaikan pasaran harga tiket pesawat, yaitu pertama, berdampak pada kehidupan orang lokal Belitong dan berikutnya yang kedua adalah para wisatawan.

Dikatakannya, kalau untuk masyarakat lokal, dengan harga tiket pada level tinggi, dampaknya mereka akan mengurangi perjalanan via udara, sedangkan untuk dampak wisatawan, tentu saja mereka akan memperbandingkan tujuan wisata, yaitu daerah mana yang sesuai dengan kemampuan “kocek” atau dananya.

Lebih lanjut dikatakannya lagi, pada musim libur yang sangat panjang, seperti saat ini, tentu memiliki dampak harga tiket yang melambung sampai pada titik level tertinggi, yang bisa terjadi di seluruh Indonesia, termasuk yang ke luar negeri.

“Tentunya, semua maskapai diduga bakal mematok level harga limit tertinggi, yang telah disepakati dengan pemerintah, dimana pada hari hari biasa, harga tiket sampai pada level yang terbawah. Inilah dinamakan hukum pasar itu,” ucap Ayie.

Menindaklanjuti penjelasan itu,  lalu wartawan media ini melakukan konfirmasi kepada Hardianto, selaku Ketua Ikatan Sopir Pariwisata (ISPB) Belitung, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, kenaikan harga tiket pesawat ini, merupakan kenaikan harga tiket yang tinggi, sehingga dinilai sangat merugikan dan memberatkan bagi masyarakat, maupun juga wisatawan yang datang ke daerah ini.

Seharusnya, kata Hardianto, jika tiket pesawat tidak naik atau tidak mahal, maka bisa diperkirakan akan lebih banyak lagi wisatawan yang bisa datang ke Belitong ini. Sebab, semua komponen pada sektor kepariwisataan, seperti hotel, Rent Car, serta rumah makan atau restoran, bakal ikut terimbas pendapatannya atas banyaknya kedatangan wisatawan tersebut.

Demikian juga apa yang dikatakan oleh Zulkifli SE, selaku Ketua Umum IKMB, yang sekaligus juga pengusaha Nasional ini.

Dalam hal ini, dirinya menguatkan, bahwa harga tertinggi atau batas atas tiket pesawat, telah diatur dengan Regulasi Pemerintah, melalui Departemen Perhubungan.

“Untuk nomer Permen (Peraturan Menteri) atau Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara, silahkan ditelusuri, agar bisa lebih menjelaskan secara transparan atas kondisi ini,” ucap Zulkifli, seorang Pengusaha Nasional asal Desa Sijuk, Belitung, Provinsi Babel.

Dikatakannya juga, bahwa tidak boleh seorang pun melarang untuk bepergian ke suatu daerah tujuan wisata, yang tiket pesawatnya dinilai mahal. Karena, itu merupakan hak pribadi, sehingga tidak dinilai melanggar hukum.

Lalu, wartawan media ini berupaya untuk konfirmasi kepada salahsatu agen maskapai penerbangan, yang ada di Belitong ini, namun bagian yang membidangi masalah ini pada agen maskapai penerbangan ini, sedang tak berada di tempat. Wartawan media ini, hanya diberikan Nomor Handphone yang ada fasilitas WhatsApp (WA) atas nama, Deni. Saat dihubungi via WA, menjelaskan, bahwa kesepakatan menentukan titik level harga pasar tiket pesawat, telah tertuang pada Peraturan Menteri (Permen) Nomor 4 Tahun 2016.

Sedangkan salahsatu Tokoh Pemuda Belitong, Ozie Azura Zura, yang kesehariannya juga merupakan aktifis sosial dan sebagai Direktur BFM Radio Belitong, saat diminta tanggapannya atas fenomena kenaikan harga tiket pesawat ini, Jum’at, (6/7/2018) lalu, mengatakan, bahwa dirinya sebagai Warga Belitong, sangat keberatan dengan kenaikan harga tiket yang tinggi, karena jelas akan memberatkan masyarakat Belitong, baik itu yang sedang ada kesibukan keluar Belitong atau pun pulang.

Selain itu, dari sisi pengembangan sektor wisata, fenomena kenaikan harga tiket pesawat ini, dinilai tidak baik, karena tiket tinggi bisa membuat image wisata Belitong kurang baik, karena harga tiket pesawat yang mahal.

Selanjutnya, Ozie meminta kepada pihak maskapai dan regulator masalah ini, untuk mereview harga tiket ini.

“Jangan karena alasan Peak Season, sehingga harga tiket pesawat harus lebih tinggi dan lama, dengan harga kisaran diatas 500 ribu. Pihak maskapai harus berusaha membackup wisata Belitong ini, dimana wisatanya sedang berkembang. Caranya, dengan membuat harga tiket pesawat yang wajar, agar arus kedatangan orang ke Belitong tetap normal, atau bahkan bisa terus naik jumlahnya,” tandasnya. (yoseph surahman)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *