Sanggar Sorong Budaya Hadirkan Pertunjukan Drama Raja Berekor Di Negeri Laskar Pelangi

KORANFORUM.COM, BELITUNG — Puluhan seniman dari Sanggar Sorong Budaya Belitong, menghadirkan seni drama dengan literatur Raja Berekor, di Negeri Laskar Pelangi, beberapa waktu lalu, tepatnya di Halaman Gedung Nasional, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Terlihat ribuan masyarakat Belitung, menyaksikan pagelaran ini, pada Minggu (24/6/2018) malam lalu.

Acara dimulai jam 20.00 wib hingga selesai. Bertindak sebagai ketua panitia kegiatan ini, adalah Ferian Rebieyansyah, sedangkan Sutradara dan penyadur naskah, adalah Iqbal H Saputra.

Wartawan media ini, sempat mewawancarai Ferian Rebieyansyah, selaku Ketua Panitia, di Lokasi Pagelaran Drama, dimana saat itu Ferian sempat bercerita kepada media ini,
bahwa pagelaran ini bertujuan sebagai tontonan yang bisa menjadi tuntunan, untuk bisa diterapkan di kehidupan nyata bagi masyarakat Belitong.

Adapun yang melatarbelakangi kegiatan ini, adalah perwujudan bentuk dari respon estetika para seniman terhadap berbagai permasalahan sosial, yang ada di Pulau Belitong, khususnya dengan memunculkan Karakter Raja Berekor, merupakan campuran kisah interaksi Melayu dan Cina, yang literatur cerita ini diangkat dari buku Van Ronkel Tahun 1875, yang mengisahkan tentang Raja Berekor.

Menurutnya, dalam buku karya Van Ronkel, yang diterbitkan tahun 1875 silam, menyebutkan tidak ada percintaan antara Tumang (siluman anjing) dengan seorang putri, seperti yang dikisahkan pada literatur Buku Raja Berekor.

Dituturkannya, Selama 4 bulan ini, Sanggar Sorong Budaye melakukan persiapan untuk pagelaran ini, dengan melibatkan 75 personil, yang terdiri dari aktor, penari, pemusik dan panitia produksi.

Adapun personil Sanggar Sorong Budaye, terdiri dari gabungan pelajar Belitong, baik yang tergabung dalam IKPB, maupun tidak tergabung dalam organisasi IKPB. Ada juga pelajar Belitung, yang sedang menempuh pendidikan didalam dan luar Belitung. Sedangkan yang bertindak sebagai sutradara dan penyadur Naskah, adalah Iqbal H Saputra.

Selain itu, dengan dimunculkannya Karakter Raja Berekor ini, untuk menggambarkan tahapan mulai munculnya berbagai permasalahan yang ada. Adapun inti masalah, adalah upaya penyelesaian masalah, dalam interaksi kehidupan sosial campuran antar masyarakat etnis Cina dan Melayu.

“Diharapkan, semoga saja kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan, yang salah satunya akan menjadi faktor pendorong pariwisata. Adapun kegiatan ini, pernah dipentaskan di Jogyakarta, bulan Mei 2017 lalu, tepatnya pada perayaan Ultah ke 62 IKPB Jogyakarta,” pungkasnya. (yoseph Surachman)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *