OPINI: “Soal Indikasi Mark up LRT, BPK dan KPK Bisa Bergerak Untuk Audit Dan Investigasi”

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti
(Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia)

BOLA Panas indikasi mark up super raksasa di proyek LRT, harus menjadi pintu masuk, ada atau tidaknya dugaan korupsi di proyek tersebut.

Proyek infrastruktur ini, seolah dianggap sebagai berhala pembangunan Jokowi, sehingga seringkali dipuji-puji berlebihan dan tidak mau dikritik.

Dari awal, saya pernah menyatakan, tentang adanya dugaan penyimpangan anggaran Proyek LRT ini, yang harga standart dunia sebenarnya USD 8 Juta per Km.

Namun ada dugaan dibelanjakan Pemerintah Jokowi, dengan harga 300 hingga 500 Miliar. Ini dugaan, bukan fitnah atau menuduh. Melainkan hasil dari data perhitungan pembangunan per satuan material, yang diproyeksikan di Indonesia. Artinya, Proyek LRT yang dibuat di Indonesia, jika dihitung dengan harga standart dunia, berharga USD 8 Juta.

Lalu, ternyata, Pak Prabowo juga punya dugaan yang sama dengan saya. Begitu juga Gubernur DKI, Pak Anies Baswedan.

Tentunya, fenomena ini harus menjadi perhatian BPK, untuk mengaudit secara menyeluruh, serta juga KPK perlu menyelidiki masalah ini.

Rakyat sebagai pemilik Negara dan Anggaran, tentu tidak ingin dibebani oleh dugaan korupsi dari proyek LRT ini,  sehingga dugaan tersebut juga harus diperhatikan. Wajar saja, jika Rakyat ingin mengetahui secara detil pembiayaan proyek tersebut.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *