Gubernur Babel Dicegat Secara Spontan, Puluhan Sopir Taxi Bandara Tuntut Pengaturan Operasional Taxi Online

KORANFORUM.COM, BELITUNG — Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) DR. H. Erzaldi Rosman, secara spontanitas dicegat oleh puluhan Sopir Angkasa Taxi Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung, begitu mereka melihat Keberadaan Gubernur Babel ini, di Lokasi Bandara HAS Hanandjoeddin, Kamis (7/5/2018) pagi, ketika Gubernur Babel hendak berangkat ke Jakarta.

Puluhan sopir taxi bandara ini, langsung mengerumuni Gubernur Babel, guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan secara santun, atas pengaturan dan pengawasan operasional taxi online, yang diduga beroperasi di Kawasan Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjungpandan.

Salahseorang Sopir Angkasa Taxi Bandara HAS Hanandjoeddin, Budi, saat bisa bertatap muka langsung dengan Gubernur Babel, guna mewakili rekan rekannya sesama Sopir Taxi Bandara HAS Hanandjoeddin, mengungkapkan, rasa kecewa mereka yang mendalam, atas adanya dugaan operasional  taxi online di Kawasan Bandara.

Budi dan rekan rekannya menilai, operasional taxi online jelas dangat merugikan para sopir taxi bandara, karena mereka para Sopir Angkasa Taxi,  juga sebagai pelopor pelayanan transportasi di bandara, bakal mengalami penurunan pendapatan, karena merasa mengalami kerugian.

“Karena itu, kami para sopulir Angkasa Taxi di Bandara ini, mohon bantuan dan kebijaksanaan kepada Bapak Gubernur Babel, agar membantu solusi masalah ini, dengan cara mengintruksikan kepada pihak terkait, agar ada pengaturan dan pengawasan dalam operasional taxi online, di Kawasan Bandara HAS Hanandjoeddin ini,” ucap Budi,  didampingi rekan rekannya sesama sopir bandara, saat mengerumuni Gubernur Babel.

Dikatakan Budi, jika taxi online memang ingin menjalankan usahanya, hendaknya bisa mengambil penumpang d luar area bandara. Namun kalau hanya sebatas mengantarkan penumpang ke kawasan bandara, itu bisa saja. Akan tetapi, selepas mengantarkan penumpang ke bandara, hendaknya tak mengambil penumpang di dalam kawasan bandara, namun boleh saja, jika mengambil penumpang di luar area bandara.

Sebab, menurut Budi, dirinya bersama para sopir bandara, hanya mengambik penumpang di dalam bandara saja, sedangkan para sopir taxi online ini, diduga bisa mengambil penumpang dimanapun saja.

“Karena itu, kami minta tolong sekali sama pak gubernur, agar membantu pengaturan dan pengawasan atas operasional taxi online ini di lokasi bandara. Karena, jika tak diatur dan diawasi, maka bisa mematikan penghasilan hidup para sopir di bandara ini,” tegas Budi.

Karena itu,  Budi dan rekan rekannya, memandang penting masalah ini, sehingga harus ada pengaturan dan pengawasan.

Sebab, kalau tanpa adanya pengaturan dan pengawasan, dirinya dan rekan rekannya, khawatir bakal ada “gesekan” diantara sesama sopir, sehingga bisa menciptakan sikon yang tak kondusif,  di lingkungan kawasan bandara ini.

Menyikapi aspirasi dan tuntutan secara spontanitas dari para Sopir Angkasa Taxi Bandara HAS Hanandjoeddin ini, maka Gubernur Babel H. Erzaldi Rosman, menyatakan, dirinya siap menindaklanjuti aspirasi ini, yaitu, segera meminta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Babel, agar mengundang Kepala Kantor Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, supaya bisa bertemu membahas solusi terbaik, atas aspirasi dan tuntutan dari para sopir bandara tersebut.

Lalu, Gubernur juga meminta kepada pengurus Sopir Angkasa Taxi di bandara, agar meminta pihak Primkopau Lanud HAS Hanabdjoeddin, untuk membantu dari sisi pengawasan dan pengamanan, agar terciptanya sikon yang kondusif di lingkungan kawasan bandara ini.

“Mestinya, kalian hrs bisa mengelola usaha ini dengan baik. Apalagi taxi online ini, sudah dilindungin undang undang, Namun, tetap harus ada kebijakan dalam mencari solusi masalah ini, sehingga bisa diatur dengan baik.,” ucap Gubernur.

Menurut Gubernur, terkesan masalah yang dihadapi para sopir bandara ini, hampir sama dengan masalah yang dihadapi para sopir bandara di Pangkalpinang.

Karena itu, pihaknya membantu para sopir bandara itu dengan cara membikinkan aplikasi online kepada para sopir taxi bandara, sehingga dengan aplikasi ini bisa membantu sopir bandara, agar tak rugi.

Apalagi para sopir taxi bandara ini, dibawah pembinaan usaha dari PRIMKOPAU TNI AU Tanjungpandan, maka hendaknya para sopir taxi bandara ini meminta bantuan kepada TNI AU, dalam merealisasikan pengaturan, pengawasan dan pembuatan Aplikasi Online Taxi Bandara ini.

“Kalau bisa, kalian minta bantuan TNI AU, agar mereka bisa turun tangan langsung untuk membntu mencarikan solusi atas masalah ini, agar smua bisa brjalan tanpa ada masalah. Tapi nanti, kita juga segera akan minta Kadin Perhubungan Babel, untuk segera memanggil Kepala Bandara HAS Hanandjoeddin, untuk mempertanyakan dan mencari solusi masalah ini,” tegas Gubernur.

Namun, Gubernur juga meminta pada perwakilan sopir taxi bandara, untuk menbuat surat tertulis untuk dirinya, dimana surat tertulis itu memuat permohonan bantuan, berupa pengaturan dan pengawasan operasional taxi online, di kawasan Bandara HAS Hanandjoeddin.

Sedangkan berkaitan atas aturan perundangan tentang standar dan kelayakan Bandara HAS Hanandjoeddin sebagai Bandara Internasional, maka Gubernur Babel mengatakan, bahwa, untuk sementara Bandara HAS Hanandjoeddin ini, layak sebagai Bandara Berstatus Internasional.

“Mengenai layak tak layak, maka untuk sementara layak, tapi bukan berarti kita tak usaha dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas pelayanan di bandara ini. Kita akan berusaha terus, untuk meningkatkannya,” pungkas Gubernur. (jon)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *