Diduga Mantan Ketua Gelapkan Dana Buku Panduan RT RW? Pengurus Apdesi Garut Bungkam!

KORANFORUM.COM, GARUT — Buku Panduan Kegiatan RT dan RW adalah merupakan bagian dari Pengelolaan Administrasi Pemerintahan Desa,
sehingga dapat mendukung terciptanya tertib administrasi di Desa.

Tapi sungguh disayangkan, diduga selalu  ada saja pihak pihak tertentu, yang ingin memanfaatkan dan mencari keutungan sendiri, demi kepentingan pribadinya.

Misalnya saja, belum lama ini, terkuak adanya dugaan oknum berinisial AH, seorang mantan kepala desa di Wilayah Kecamatan Samarang, serta juga dugaan atas oknum mantan ketua Apdesi, pada periode yang lalu.

Saat ditemui, Aep selaku Kades Lebak Agung dan juga Ketua Apdesi Kecamatan Karang Pawitan, selepas Meeting antar Kepala Desa, menjelaskan kepada Media ini, terkait masalah buku untuk kegiatan RT dan RW, khususnya di Kecamatan Karang Pawitan. Diungkapkannya, bahwa pihaknya sudah membayar,
bahkan untuk pembayaran tersebut, pihaknya menggunakan uang pribadi para kepala desa.

Dijelaskanya, kalau dirata – ratakan ada sekitar 16 RW, maka hitungannya,  satu Desa × Rp.300.000 = Rp. 4.800.000 × 16 desa = Rp.76.800.000.

“Bahkan, kami rela dipotong uang pribadi kami, demi untuk kemajuan dan tertibnya administrasi di desa kami,” tegas Aep.

Namun dibeberkannya, ada dugaan kuat kalau uang buku Panduan RT dan RW yang raib, diduga “digondol” oleh oknum  inisial AH, selaku mantan Ketua Apdesi Kabupaten Garut, periode lama. Adapun kalau dinilai, yaitu Rp 300.000 × 16 Rw × 421 desa = Rp. 2.020.800.000.

Karena itu, sangat disayangkan, perbuatan ini bisa mencederai nurani para kepala desa se-kecamatan, bahkan se-Kabupaten Garut.

Bahkan, salahsatu kepala desa yang tidak mau disebut namanya, menyampaikan, bahwa sebenarnya ada dugaan kalau Ketua Apdesi Kabupaten Garut, telah memerintahkan kepada para kepala desa melalui pengurus Apdesi Kecamatan.

“Kami juga para kepala desa, diminta membantu untuk mengganti uang IP Desa Hegarmanah, Bayongbong, yang diduga raib digondol oleh maling,” ungkap kepala desa yang disebutkan namanya tersebut.

Namun kalau dihitung, maka kalau setiap desa memberikan sumbangan atau bantuannya sebesar Rp 300.000 × 421 desa = Rp. 126.300.000.

Bahkan juga, pihaknya harus membayar uang rutin bulanan,  yaitu sebesar Rp.200.000 × 421 desa = Rp 84.000.000, tiap bulannya, dimana infonya dana ini untuk kegiatan Apdesi Kabupaten Garut.

“Namun hal ini, dirasakan cukup membebani kami sekali,” ucap kades yang tidak mau disebutkan namanya ini.

Sementara, menurut Asep Mulyana, selaku Kabid Pemdes DPMPD Kabupaten Garut, mengatakan, terkait hal itu, pihaknya belum tahu dan tidak ada koordinasi sama bidangnya.

Begitu pun Camat Pasir Wangi, Odik S, mengaku juga kalau belum ada koordinasi sejauh ini, namun kalau pun itu terjadi, maka pihaknya berharap jangan sampai mengganggu keuangan desa.

Keterangan hampir senada, juga disampaikan oleh Camat Bayongbong, Santari. Diungkapkannya, adanya informasi raibnya dana IP 2018 Desa Hegarmanah,  namun sampai sejauh ini, tanggung jawab desa, terkait dengan adanya sumbangan atau udunan untuk uang yang raib tersebut.

“Tidak ada perintah dari kami, kalau pun ada mungkin sekedar belasungkawa dari para kepala desa,” ujar Santari.

Namun sampai pemberitaan ini diturunkan, sayangnya Ketua Apdesi Kabupaten Garut, Dede Kusdinar, tidak mau menanggapinya.

Namun jika nantinya benar atas dugaan tersebut, maka bisa saja terbukti kalau para kepala desa “ditumbalkan”, akibat dugaan adanya kecerobohan dan perbuatan tidak terpuji dari sang oknum inisial AH,

Diharapkan, APIP dan APH sebagai Tim TP4D segera turun tangan dalam masalah ini. (wahyudin/Yohanes)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *