Di Garut, Tim Evaluasi Kementrian PPA Lakukan Verifikasi Kota Layak Anak

KORANFORUM.COM, GARUT — Tim Verifikasi Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA), Rabu (23/5/2018) kemarin, melakukan Verifikasi Lapangan (VL) atas Evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2018, di Kabupaten Garut.

Ketua Tim Evaluasi KPPA), Marzuki, didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Drs. Didit Fajar Putradi, M.Si dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencanaa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Garut, Drs. Toni, M.Si, tampak mengunjungi beberapa titik Evaluasi “Kota Layak Anak 2018”, diantaranya Puskesmas Tarogong, Kantor P2TP2A, Rumah Gizi Anak, Sekolah Dasar Negeri Sukagalih 5 Tarogong Kidul, Kecamatan Karangpawitan dan Puskesmas Cibatu.

Marzuki memastikan, bersama timnya, Ia akan melakukan evaluasi secermat mungkin, sebab ini merupakan tahap akhir dalam menentukan maju mundurnya Kabupaten Garut, sebagai terbaik dalam pengeloalan Kota Layak Anak 2018.

Bersama tim, pihaknya memantau Garut selama dua hari, 23 -24 Mei 2018, dimulai dari kantor dinas terkait, sekolah ramah anak dan perlindungan anak, dimana program verifikasi secara nasional dilaksanakan setiap tahun, untuk memilih “Kota Layak Anak” ini.

Marzuki menyatakan, setidaknya terdapat 24 indikator penilaian terhadap hak anak yang dibagi menjadi 4 kriteria, meliputi penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, dan verifikasi final.

Adapun Kabupaten Garut sendiri, bersama dua kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Sukabumi dan Sumedang, sudah dinyatakan lulus secara administrasi.

Namun sebagai tahap akhir, dilanjutkan dengan penilaian melalui verifikasi lapangan selama dua hari.

Dijelaskannya, Kabupaten Garut berada dalam tahap 4 yaitu verifikasi akhir, sehingga nantinya apabila lolos, bakal menerima penganugrahan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak 2018.

Sedangkan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Drs. Didit Fajar Putradi M.Si, menyambut baik kedatangan tim verifikasi dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).

Menurutnya, dengan adanya verifikasi ini, akan menentukan layak tidaknya Kabupaten Garut menerima anugerah sebagai Kabupaten Layak Anak 2018.

Disisi lain, Didit berharap, adanya sinergitas dalam menciptakan Kabupaten Garut sebagai kabupaten yang pantas mendapat anugerah tersebut, dimana setiap dinas terkait selalu memberikan ruang terhadap anak yang ramah lingkungan.

Apalagi dinas yang berhubungan pelayanan ataupun tempat yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat, sudah selayaknya selalu menyediakan tempat bermain bagi anak dan penitipan anak, dengan prinsip pelayanan yang ramah dan sopan, sesuai dengan harapan pemerintah, yaitu agar anak diperlakukan dengan baik dan benar.

“Bila ada kesinambungan, maka Kabupaten Garut ini, akan terlepas dari kekerasan dan perlakuan tidak pantas terhadap anak,” pungkasnya. (wahyudin s/ajang pendi)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *