Kenangan Alumni SMA PGRI 1993, Pegang Erat Jalinan Persahabatan Melalui Aktifitas Arisan

ARISAN Mungkin identik dengan aktifitas kaum perempuan, dimana pembicaraan tentang arisan ini emang lebih banyak didominasi oleh kaum Hawa ini.

Apalagi belakangan ini, seringkali kita mendapatkan informasi di tengah kalangan masyarakat atas adanya berbagai macam aktifitas arisan ini.

Informasinya, ada aktifitas arisan motor, arisan haji, arisan gula, arisan semen, arisan kue lebaran, arisan wisata,  arisan sapi dan banyak lagi yang lainnya.

Namun jika mengacu pada pengertian arisan sendiri, memang ada didalam beberapa kamus yang menjelaskan,  bahwa arisan itu merupakan suatu pengumpulan uang atau barang yang bernilai sama, dari beberapa orang, lalu diundi diantara mereka. Adapun undian tersebut, dilaksanakan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya. (Kamus Umum Bahasa Indonesia, Wjs. Poerwadarminta).

Nah, bicara arisan ini, sebenarnya aku belum pernah mengikutinya, baik sejak masih duduk di sekolah dasar hingga selesainya menempuh pendidikan di perguruan tinggi, bahkan sampai ketika sudah bekerja.

Namun, pengalaman dalam perjalanan untuk ikut arisan ini, dimulai ketika diriku pulang kampung (pulkam) ke daerah tempatku hidup dari kecil hingga besar, yaitu di Pulau Belitong, bagian dari Provinsi Bangka Belitung (Babel), sekitar tahun 2003 silam.

Saat beberapa tahun itu, aku menetap dan bekerja pada salahsatu perusahaan media harian di Babel, dimana biasa orang memanggil kami dengan sebutan wartawan atau jurnalis. Dalam aktifitas sehari hari sebagai jurnalis inilah, sempat beberapa rekan ku mengajak ku untuk ikut perkumpulan arisan ini, tapi aku selalu menolak, bila setiap kali diajak untuk ikut aktifitas arisan ini.

Akan tetapi, pendirianku mulai goyah, ketika sempat bertemu dengan sejumlah sahabatku dari alumni SMA PGRI Tanjungpandan, angkatan 1993 silam.

Saat itu, sejumlah rekan ku itu, menawarkan untuk bisa berkumpul secara rutin dengan kawan kawan alumni SMA dalam setiap bulannya, sambil dibarengi dengan aktifitas arisan. Sebab katanya, peserta arisan ini bukan hanya dari mantan siswi saja, melainkan juga dari para mantan siswa.

Dengan pertimbangan itu, akhirnya aku pun tertarik untuk ikut aktifitas arisan alumni Angkatan 1993 SMA PGRI Tanjungpandan ini, dimana para anggotanya berasal dari berbagai jurusan pendidikan saat di sekolah  yaitu Sosial (A3), Biologi (A2) dan Fisika (A1).

Singkat cerita, sekitar Tahun 2011 lalu, aku mulai ikut arisan perdana. Tak ku duga, aktifitas ini bisa menimbulkan rasa senang di hati. Pasalnya, melalui wadah ini bisa bertemu kembali dengan para sahabat lama, yang sudah belasan hingga puluhan tahun tak bertemu. Selain itu, dalam aktifitas ini terselip rasa kekeluargaan, kebersamaan, persaudaraan dan persahabatan yang erat dan terkesan penuh keikhlasan.

Saat itu, memang hati ku dilipuyi kegembiraan, karena bisa bertemu dan ngobrol dengan kerabat lama, yaitu rekan rekan SMA, yang ketika dulu bersekolah di Kawasan Jalan Dr. Soesilo Tanjungpandan. Kalau tak salah, saat arisan perdana itu, ku bisa bertemu dengan puluhan rekan ku, diantaranya Rosana, Nonon, Tika, Dian, Yuliana, Sri, Nizar, Diba, Yani, Eny, Lia, Novi, Mirza, Daeng, Upit, Bukit, Endang, Erna, Ibrahim, Ady, Sitta, Rita, Sofianti dan lainya, yang tak bisa ku ingat satu persatu saat itu.

Belakangan, ada rekan rekan ku yang baru ikut bergabung, yaitu Heri, Wahyu, Yusnani, Sari, Widya, Tirta, Rosdy, yuli, Yurnie, Liza dan lain-lain. Ternyata, bergabungnya mereka dalam arisan alumni SMA ini, terlihat bisa menambah keceriaan dan kebahagiaan tersendiri diantara kami.

Kalau tak salah, ada dua rekan ku yang bernama Rosana dan Nonon, adalah dua sahabat yang begitu kental dan dekat dalam pertemanan, saat dulu bersekolah. Boleh dikatakan, mereka berdua ini adalah sahabat “sehidup semati”, karena persahabatan mereka ini sudah seperti saudara kandung.

Konon katanya, dua rekan ku ini punya pengalaman hidup yang hampur mirip. Sama sama pernah patah hati karena cinta, jomblo yang lama, hobby kemping, serta juga pernah mengalami cinta jarak jauh alias Long Distance…ahaayyy yeuuh.

Konon juga, mereka berdua punya kesamaan dalam hal hobby travelling,  karena mereka suka tantangan dan menyukai keindahan alam. Walaupun akhirnya, mereka menerima taqdir berbeda dalam mendapatkan pasangan hidup. Infonya, Rekan ku yang bernama Rosana, mendapatkan pasangan hidup seorang lelaki baik dan setia, yang berasal tak jauh dari tempat tinggalnya. Namun kebalikan dengan rekan ju yang bernama Nonon. Infonya, dia mendapatkan pasangan seorang pria pendiam dan kharismatik, yang berasal dari Pulau Kalimantan. Tapi info terakhirnya, mereka berdua hidup bahagia bersama pasangannya masing masing dan telah dikaruniai anak anak yang cantik cantik.

Duh, kalau diceritakan kehidupan semua rekan ku, mungkin tak kan ada habisnya, apalagi hanya cuma satu kali penulisan ini. Namun yang terpenting,  tulisan ini sudah cukup mewakili untuk menceritakan “secuil” kisah kehidupan dan persahabatan para alumni Angkatan 1993 SMA PGRI Tanjungpandan, Belitung.

Semoga saja, persahabatan dan persaudaraan yang sudah terjalin erat diantara kami, bisa terus terjaga dan dipertahankan secara abadi di dunia fana ini. Karena,  persahabatan tak kan pernah ada matinya, hingga dunia ini berhenti berputar!

Duuh….segitunyaa….tapi ngak lebay kaan… Hehe. Salam kangen dan cinta untuk kalian semua, sahabatku. Wasww. (jon)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *