Semaraknya Syiar Islam, Pengiriman Dai Pedalaman Guna terwujudnya Pembinaan Mualaf Muslim di Pedalaman

MENTAWAI Adalah salahsatu pulau yang masih termasuk dalam wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Disana, mayoritas penduduk adalah pemeluk agama Kristen Katolik dan  Protestan.

Namun,  ada juga beberapa warga pedalaman Mentawai, yang sudah memeluk Agama Islam. Karena itu, aktifitas Dakwah di Bumi Darussalam ini, terus meningkat. Lalu, sejak Tahun 2010.lalu, Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM) dan mitranya, sudah memualafkan lebih dari 1000 mualaf.

Bahkan, beberapa aktifis Islam lainnya, juga ikut bergerak dalam pembinaan muslim di daerah pedalaman ini.

Untuk mencapai kawasan Kepulauan Mentawai ini, terlebih dulu harus menempuh jarak dari Dermaga Bungus ke Dermaga Siberut Malepet.  Untuk menempuhnya, mesti melalui perjalanan dengan Kapal Ferry, yang berangkat sore hari sekitar Pukul 17.00 WIB dan sampai di Siberut waktu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Adapun cuaca yang ekstrim, bisa saja dijumpai saat menuju ke kawasan kepulauan ini, dimana ada bagian jejak kaki bagi orang yang diberi hidayah oleh Allah, sehingga tetap semangat untuk mencapainya. Karena selain ekstrimnya cuaca, juga butuh fisik yang sehat dan semangat.

Lalu, dari Dermaga Siberut, para dai juga menaiki boat selama kurang lebih 4 jam, agar bisa sampai ke lokasi Muslim Pedalaman di Kepulauan Mentawai.

Adapun dari dermaga boat, hanya bisa di tempuh berjalan kaki saja, sebab tidak ada terlihat adanya kendaraan, seperti di kota. Kalaupun ada motor, itu hanya untuk kegiatan masing masing dan bukan untuk sewa penumpang.

Namun itu pun, bisa dihitung dengan jari yang memiliki kendaraan motor, karena hanya sekitar satu atau dua orang lebih.

Dengan demikian, alat transport disana yang efektif untuk menjangkau antar pulau itu, adalah transport laut.

Saat sampai di lokasi, terlihat ada beberapa bangunan masjid yang sudah berdiri, yang pembangunannya di donasi dari sahabat muslim, serta ada juga dari aktifis negara tetangga kita, yaitu malaysia.

Seperti saat dulu saya berangkat bersama YMPM dan GPM (Global Peace Malaysia), pada Tanggal 9 April 2016 lalu.

Faktanya, kehidupan muslim pedalaman Mentawai, jauh dari pada yang kita bayangkan. Baik dari segi kebersihan, dan makanan, serta kesejahteraan mereka, jauh dari apa yang kita lihat di sekitar kita. Untuk itulah, YMPM hadir menjadi salahsatu yayasan yang peduli dengan muslimin pedalaman Mentawai, sehingga akan terus bergerak dalam pembinaan.

Bahkan ank anak muslim pedalaman, sudah ada yang hafiz Alqur’an 25 juz, sejak sekolah 3 tahun di sebuah ponpes di Padang Panjang. salahsatunya, ponpes Darul Muhahidin. Dan juga ada di beberapa sekolah lainnya.

Pembinaan muslim pedalaman ini, terus ditingkatkan oleh sahabat YMPM, yang diketuai oleh Ustadz M. Shiddieq dan teman teman dari berbagai aktifis Islam lainnya, baik dari Sumbar maupun dari daerah lainnya, yang ingin berbuat untuk muslim pedalaman.

Ketika Bulan Ramadhon datang, mereka tidak mengenal makan rendang dan makanan yang enak enak, yang sering kita nikmati. Sebab, mereka hanya makan apa yang ada di sekitarnya, sehingga jauh dari kata berkecukupan. Karena yang ada, prinsip bertahan untuk hidup lebih baik, yang juga merupakan semangat mereka.

Untuk itu, pengiriman Dai ke pedalaman Kepulauan Mentawai, kembali lagi dilakukan pada jelang Bulan Ramadhan ini, yaitu pada Tanggal 15 Mei 2018, bersama YMPM dan MMC.

Dai ini, berasal dari berbagai propinsi di Indonesia. Mereka melakukan i’tiqaf bersama mualaf pedalaman selama 40 hari, untuk masa pembinaan selama Bulan Ramadhon ini.

Ulama berjuang dengan ilmunya,
Muhsinin berjuang dengan hartanya,
YMPM berjuang dengan dakwahnya.
Dan saya sendiri, berjuang dengan tulisan untuk perjuangan YMPM dalam dakwahnya.

Raih berkah Ramadhan bersama mualaf, Yatim, Fakir, Miskin dan Dhuafa.
Salurkan donasi untuk perjuangan dakwah saudara kita, ke Rekening BNI Syariah, Nomor Rekening 0397762727 dan Mandiri Syariah Nomor Rekening 7083758238, atas nama Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM). Terimakasih. Semoga amalan baik saudara semua, mendapat imbalan pahala di Akherat.Amiin.

Penulis: Maya Zen

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *