SOPERMATI Gelar Aksi Unjuk Rasa Damai Di Depan Istana Negara

KORANFORUM.COM, JAKARTA — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam wadah Solidaritas Pergerakan Mahasiswa Anti Teror (SOPERMATI), menggelar aksi unjuk rasa (unras) damai, di KawasanA�Depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Dalam aksi unras damai itu, A�Sopermati meminta kepada “Rezim Nawacita” saat ini, untuk bisa menyelamatkan Indonesia, dari ancaman teror dan mengevaluasi kinerja Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), Budi Gunawan.

Menurut aktifis Sopermati, peristiwa berdarah, tidak Berprikemanusiaan dan terkesan membabi-buta di NKRI, seharusnya tak boleh terjadi.

Sebab, semua pihak tentunya mengetahui bahwa hadirnya Negara adalah untuk Melindungi Segenap Bangsa Indonesia dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia. Namun faktanya, sangat disayangkan sekali, ketika ada oknum Abdi Negara yang diduga lalai dalam bertugas, sehingga memicu adanya korban bagi manusia.

Seperti diketahui bersama, BIN adalah Badan Intelejen Negara, yang seharusnya nampu menditeksi sejak dini dan melakukan antisipasi atas setiap kejadian yang bisa mengancam keamana dan keutuhan Negara, serta melindungi keselamatan bangsanya, agar terwujudnya Negara yang aman dan damai.

Lalu, demi melindungi rakyat dari Sabang Sampai Marauke atas ancaman teror, salahsatunya teror yang terjadi di Surabaya, membuat Sopermati bertanya-tanya, kenapa bisa terjadi aksi teror tersebut?

Faktanya, telah terjadi ledakan bom di tiga gereja di Surabaya. Akibat ledakan ini, diduga belasan orang meninggal dunia dan sekitar puluhan orang mengalami luka berat dan ringan. Fakta ini mengindikasikan kinerja BIN kurang maksimal dan kurang cermat.

Ketiga ledakan bom bisa terjadi di Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146, serta Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.

Maka mengacu pada kejadian itu, Sopermati merasa patut untuk mempertanyakan atas kinerja BIN, ketika menditeksi secara dini yang mengacu UU No 17 Tahun 2011 ini, dimana saat ini, BIN dibawah kepemimpinan Budi Gunawan?

Mestinya, menurut Sopermati, UU tentang BIN No 17 Tahun 2011, harusnya diterapkan secara maksimal, agar terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Sopermati berpendapat, bahwa semua pihak tentunya dapat mengetahui akan Hakikat Intelijen Negara, yang merupakan lini pertama dalam sistem keamanan nasional, sebagaimana termuat dalam Pasal 4, berbunyi, Intelijen Negara berperan melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan dan tindakan untuk deteksi dini dan peringatan dini, dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul, serta mengancam kepentingan dan keamanan nasional.

Artinya, ada indikasi kurang maksimalnya atas kinerja di dalam tubuh BIN, dimana ketika tidak mampu mengantisipasi semua yang terkait dalam tugas melindungi keamanan Nasional.

Untuk itu, Sopermati menegaskan dan sekaligus mendesak Presiden, agar segera melakukan evaluasi kinerja kepemimpinan BIN saat ini, sehingga jika perlu adanya pergantian dipucuk pimpinan BIN.

Korlap Aksi Sopermati: Ikbal
Cp :081340903376

Penulis: Agus

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *