Ribuan Massa PA 212 Datangi Bareskrim Polri, Menuntut Proses Hukum Pelaku Dugaan Kasus Penodaan Agama

JAKARTA — Pada Hari Jum’at, Tanggal 6 April 2018, sekitar Pukul 09.30 – 13.20 WIB, di Masjid Istiqlal Jalan Taman Wijaya Kusuma Kelurahan Pasar Baru, Jakarta, telah berkumpul massa aksi dari Persaudaraan Alumni 212, yang berasal dari berbagai daerah.

Mereka semua diduga tergabung dalam DPP Persaudaraan Alumni 212, terdiri dari FPI, FUI, DDI, GMJ, Kokam, Bang Japar, Jawara Betawi, PPMI, Muhammadiyah, Brigadir 212, Brigadir 414, serta Dewan Dakwah Islamiah Indonesia.

Adapun massa aksi yang sudah berada di lokasi Masjid Istiqlal, berjumlah sekitar 1.500 orang, dengan rincian :

– Karawang, FPI : 13 orang, pimp. Wiharja.
– Sukabumi, FPI : 50 orang, pimp. Habib Fuat.
– Jogjakarta : 45 orang, pimp. Joko
– Tangerang: 40 orang, pimp. Dadang
– Purwakarta, Pesantren Asholihin : 10 orang, pimp. Ustadz Anwar.
– Bekasi, Pondok Pesantren MH. Assykatani : 17 orang, pimp. Thoha
– Tigaraksa : 8 orang, pimp. Junaidi.
– Satu Bus, dari FPI Karawang : 41 orang, pimp Ust. Roby
– Dua Mobil Pribadi, dari bekasi 8 orang, Pimp. Ust. Firmanayah.
– Menggunakan Transportasi Kereta dari Karawang : 20 Orang Pimp. Yudi.
– Transportasi Kereta Api Purwakarta (berjalan kaki) : 30 orang.
– Transportasi Kereta Api, (berjalan kaki) Karawang 10 orang.

– Transportasi Kereta Api, (berjalan kaki) dar Purwakarta 10 orang.
– Transportasi Kereta Api, (berjalan kaki) dar FPI Purwakarta 14 orang.
– Dari Asmi Menggunakan 10 kendaraan roda dua : 20 orang.

Ketika itu, sekitar Pukul 10. 35 WIB, FPI dari Karawang, 10 orang.

Lalu, Pukul 10.40 Wib, dari Darusalam Cibubur 50 orang, Pimp. Ust. Akbar.

Kemudian, Pukul 10.55 Wib, Massa cair sekitar 30 orang.

Setelah itu, Pukul 10.57 Wib, Bandung, Api Jabar : 27 orang, Pimp. Dani.

Pada Pukul 11.00 Wib, Masaa cair FPI, dari Menteng, sekitar 100 orang,

Serta Pukul 11.17 Wib, Massa 500 dari LPI Petamburan, Pimp. Ust Eki.

Lalu pada Pukul 11.30 Wib, massa bertambah dari Laskar Luar Batang, sekitar 50 orang, Pimp. Faisal.Ai??Kemudian, Pukul 11. 50 Wib, Massa bertambah dari Pendekar Jawara Banten, sekitar 35 orang. Diperkirakan, jumlah keseluruhan mencapai sekitar 1.500 orang.

Selanjutnya, sekitar Pukul 13.20 Wib, Massa PA 212 yang berjumlah sekitar Ai??2.500 orang, berangkat ke Kantor Bareskrim Mabes Polri.

Adapun tuntutan ribuan massa yang hadir saat itu adalah, meminta Kepada Bareskrim Polri untuk memproses dugaan kasus penodaan agama, yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarno Putri.

Sekitar Pukul 13.55 Wib, di Kawasan Halaman Dekat Bareskrim Polri (Gd.Kementerian Kelautan dan Perikanan) ini, rupanya telah berlangsung aksi unjuk rasa dari DPP Persaudaraan Alumni 212, diduga Pimpinam M.Rifki dan Ustd.Maarif, dengan kekuatan massa sekitar 3.000 orang.

Aksi massa ini, dalam rangka meminta kepada Bareskrim Polri, agar melakukan proses hukum atas dugaan kasus penodaan agama, yang dilakukan oleh Ibu Sukmawati Soekarno Putri.

Sedangkan tuntutan yang disampaikan Ai??oleh massa adalah:

Bahwa apa yang disampaikan dari bait puisi tersebut telah menimbulkan kegaduhan, kontroversial, polemik dan keresahan di kalangan masyarakat Indonesia terutama Umat Islam di Indonesia dan dunia internasional, karena hal tersebut mengandung unsur penghinaan dan pelecehan terhadap ajaran agama Islam dan menyinggung, serta membuat ketidaknyamanan Umat Islam di Seluruh Dunia.

Bahwa massa menyayangkan tindakan Saudari Sukmawati Soekarno Putri, yang menyamakan dan mencampur adukkan antara Budaya dengan Agama, dengan mengatakan dalam syair puisinya, bahwa Sari Konde Ibu Indonesia itu lebih baik daripada cadar, serta suara kidung nyanyian itu lebih merdu dari Suara Adzan-Mu, sehingga puisi tersebut diduga telah melecehkan Syariat Islam.

Bahwa massa juga mendesak kepada Ai??Sukmawati Soekarno Putri, agar bertaubat dan meminta maaf secara terbuka di media elektronik atau media cetak, baik dalam maupun luar negeri, kepada seluruh Umat Islam di Indonesia dan Umat Islam di seluruh dunia, atas apa yang dibacakan dalam puisinya itu.

Bahwa massa juga meminta sesegera mungkin kepada Aparat Kepolisian Republik Indonesia, untuk segera memproses, memanggil, memeriksa dan memenjarakan Sukmawati Soekarno Putri, sesuai dengan proses hukum yang berlaku, walaupun Sukmawati SP telah meminta maaf kepada Umat Islam secara terbuka, dimana telah dimaafkan secara pribadi, tetapi secara hukum, Umat Islam tetap menuntut agar proses hukum tetap dilanjutkan, agar menciptakan keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Bahwa massa meminta kepada seluruh pihak, terutama Umat Islam Indonesia, agar tetap tenang dan menunggu proses hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahwa massa menyerukan kepada segenap umat Islam, dimanapun berada, untuk tetap menjaga Persatuan dan Kesatuan, serta Ukhuwah Islamiyah.

Dalam aksi massa itu, dibentangkan juga spanduk dan poster bertuliskan, “Ayo Polisi segera tangkap dan proses Sukmawati, Sang Penoda Agama Islam”.

Lalu ada tulisan juga, “Maaf bukan berarti Hukum berhenti.Ai??Konde budaya negeri, hijab adalah iman dan Syariat mulia Kami.Ai??Azan dan Hijab adalah panggilan ilahi dan syariat yang sangat mulia”.

Karena itu, ribuan massa melalui DPP Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini, lalu melontarkan pernyataan sikap, bahwa terkait dengan puisi Sukmawati,Ai??yang dibacakan pada pagelaran Fashion Week, maka Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 (DPP PA 212) menyatakan sikapnya tersebut diatas.

Lalu, DPP PA 212 ini, juga menyerukan kepada segenap umat islam dimanapun berada untuk tetap menjaga Persatuan dan Kesatuan serta Ukhuwah Islamiyah. Kemudian, jangan mudah terpancing dan terpmvokasi terhadap upaya-upaya pihak tertentu yang akan memanfaatkan situasi ini, dengan tujuan untuk memecah belah Umat Islam.

Sebagaimana Firman Allah SWT, dalam Surat Ali ‘imran Ayat 103 yang artinya: ai???Dan berpegang/ah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadi/ah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.Ai??Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”.

Demikianlah surat pernyataan massa ini, yang buat sebagai bentuk pembelaan terhadap Umat dan Agama Islam.

Lalu, sekitar Pukul 14.40 Ai??hingga Pukul 15.20 WIB, ada sekitar 11 orang perwakilan massa aksi diterima oleh Kombes Pol Joko Purwanto (Kasubdit 2 Dit Tipidum) dan AKBP Slamet, di Ruang SPKT Bareskrim Polri.

Diduga nama-nama perwakilan massa yang diterima Bareskrim, diantaranya,Ai??Ust asep sarifudin,Ai??Ir sukma,Ai??Dedi selaku pelapor,Ai??Egi Sujana,Ai??Habib muhsin bin zaid,Ai??Habib Salim,Ai??Ust Abdul Choir Romadhon,Ai??Ust Cecep,Ai??Damin sada,Ai??Eki Pitung, sertaAi??Hasan Sadikin.

Saat itu, perwakilan massa dari DPP PA 212, sempat mengucapkan rasa terimakasih kepada bareskrim yang telah menerima mereka.Ai??

Dalam kesempatan itu, perwakilan massa, menyatakan, secara pribadi mereka telah maafkan, tapi secara hukum, mereka tetap mendukung Polri, karena fungsi kejaksaan dan kepolisian adalah untuk penegakan hukum.

Sebab, diduga sampai saat ini belum ada upaya pemanggilan terhadap Sukmawati, sehingga perwakilan massa mengingatkan penegak hukum, agar tidak terjadi kegaduhan seperti beberapa waktu yang lalu.

Adapun tanggapan yang disampaikan oleh Pihak Bareskrim,Ai??Kombes Joko, Ai??selaku Kasubdit II Dit Tipidum, menyampaikan bahwa:

Pihak Polri sudah melakukan proses hukum anatara lain kita meminta bantuan keterangan kepada bapak bapak pelapor untuk meminta laporan lebih utuh.

Selain itu, Perwakilan massa boleh mengawasi proses hukum dari beberapa kasus yang dilaporkan, dengan 10 masukan yang sudah disampaikan oleh perwakilan massa, namun memberi waktu untuk proses hukumnya dan lain-lain.

Akhirnya, sekitar Pukul 16.45 Wib, terpantau massa menyelesaikan aksinya, Ai??sambil membubarkan diri. (*)

Sumber: Copas WAG KPPPI/AL

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *