Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018, Polres Belitung Gelar Operasi Lilin Menumbing 2017

KORANFORUM.COM, BELITUNG –Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 adalah merupakan momen berlibur bagi sebagian kalangan masyarakat Indonesia.

Karena itu, diperkirakan akan terjadi mobilisasi dari satu tempat ke tempat  lain, serta munculnya titik titik yang ramai di tempat tertentu.

Seperti diantaranya, tempat wisata, perbelanjaan, serta tempat keluar masuknya pengunjung atau wisatawan lokal maupun Mancanegara.

Dengan adanya hal yang seperti ini, tentunya diperlukan adanya pengamanan secara baik dan terarah, sebagai langkah antisipasi akan terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan.

Tindaklanjutnya, Polres Belitung Polda Bangka Belitung, menggelar Operasi Lilin Menumbing 2017, dimana kegiatan ini bersifat kemanusiaan.

Adapun aktifitas tersebut, dilaksanakan selama 10 hari, terhitung sejak tanggal 23 Desember 2017 hingga Tanggal 1 Januari 2018.

Akan tetapi, perlu juga diketahui oleh masyarakat,  bahwa pihak Polres Belitung hingga Polsek-Polsek, sudah memulai pengamanan di Gereja, walaupun operasi belum dimulai.

Sedangkan saat melakukan kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018 kemarin, Polri dengan dibantu TNI dan instansi terkait yang berjumlah sekitar 247 orang, dimana dari Anggota Polri sendiri sebanyak 99 orang. Sisanya dari instansi terkait, baik itu bantuan dari TNI dari angkatan udara maupun angkatan darat, dimana dari kodim maupun Lanud, para personilnya tersebut bakal ditempatkan di 4 pospam dan 2 posyan.

Untuk posyan, ditempatkan di Bandara Hananjoeddin dan Pelabuhan Tanjungpandan, mengingat pintu masuknya Kabupaten Belitung ini, hanya ada 2, yaitu dari bandar udara dan pelabuhan kapal laut.

Sedangkan untuk pospam ada 2, yaitu di Tanjung Tpendam dan Tugu Satam, Tanjungpandan.

Namun pada saat pelaksanaan giat wisata, yaitu paska Natal Tanggal 25 Desember 2017 hingga Tanggal 1 Januari 2018 kemarin, dipusatkan di pos wisata yaitu Tanjungkelayang dan Tanjung tinggi, yang sifatnya tentatif tidak terlalu panjang.

Hanya saja, adanya antisipasi saat membludaknya para wisatawan di beberapa kawasan wisata, ketika mereka menikmati keindahan alam Pulau Belitong.

Pertimbangannya, dua titik kawasan ini, selalu menjadi pusat keramaian pada setiap tahunnya, sehingga info dari intelejen memperkirakan dua titik kawasan ini akan tetap seperti tahun kemarin, yaitu menjadi tujuan wisata lokal, interlokal maupun Mancanegara.

Apalagi faktanya, Kabupaten Belitung ini, sudah membuka diri untuk destinasi Wisata Internasional, yaitu dengan adanya program “Fresh Like” pada Tanggal 15 Desember 2017 lalu,  ke Singapura.

Dengan demikian, bisa diambil kesimpulan, bahwa tamu kita di malam Tahun Baru 2018 lalu, bukan hanya tamu dari lokal saja, melainkan juga tamu dari Mancanegara.

Karena itu, perlu adanya antisipasi dengan adanya berbagai masukan dari bandara, mengacu pada info tentang seberapa besar jumlah wisatawan yang masuk ke pulau ini, biar upaya pengamanan bisa lebih dimaksimalkan, karena pihak polres harus tetap melayani dan mengamankan para tamu dari Mancanegara ini.

Sementara untuk Natal 2017 lalu, Polres Belitung juga melakukan pengamanan di sejumlah tempat ibadah, seperti Gereja dan beberapa wilayah yang masuk dalam wilayah pospam.

Meskipun ada pengamanan ekstra pasca Natal, namun polres tetap menghimbau kepada para personil keamanan, agar tetap bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, dalam menjalankan aktifitasnya, baik di tempat ibadah, jalur lalin dan lainnya.

Khusus untuk di Gereja, tentunya akan diawali dengan himbauan kepada pengurus Gereja, bahwa akan ada peningkatan pengamanan, dengan tujuan agar nantinya mereka tidak kaget dan tidak merasa terganggu, disaat melaksanakan ibadahnya. (riyan setyawan)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *