Maafkan Kami, Mungkin HUT Provinsi Tahun ini, Terakhir!

SESUNGGUHNYA Kami hanya punya rasa Bangga kalau Laut Belitong Kami, sebagai Penyumbang Protein Dan Omega bagi Dunia.

Sebenarnya, kami tidak anti Timah, sekali lagi tidak anti timah. Karena kami hanya tidak ingin ada penambangan laut, di Pulau Belitong ini.

Jika memang perusahaan negara dan swasta masih punya kekuatan modal usaha beserta keahlian, kami mengusulkan berekspansi saja ke beberapa negara lain, atau ke China, yang memiliki kebijakan melindungi Sumber Daya Alam (SDA) miliknya secara habis-habisan, dimana kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan sikap kalian, yang begitu angkuhnya di Negara ini dengan mengeruk SDA dengan habis-habisan. Atau, mungkin kalian bisa berinvestasi dibidang lainnya, seperti bidang property di kota lain, misalnya.

Lalu jika ada pertanyaan, kenapa kami sampai punya sikap yang sangat tidak ingin adanya penambangan laut di Pulau Belitong ini? Maka jawabnya, karena dari dulu hingga saat ini, Laut Pulau Belitong telah memberi kami makan, memberi kami protein dan memberi kami Omega. Bahkan, tidak hanya di pulau kami saja, tapi Laut Pulau Belitong kami ini, ternyata juga berkontribusi memberi protein dan omega pada beberapa kota di Indonesia, juga bahkan di beberapa kota dibelahan dunia ini.

Rupanya, tidak itu saja. Dalam beberapa tahun kebelakang ini, Perairan Laut Pulau Belitong juga memberi supply atas kandungan potensi di dalamnya, kepada mereka yang bermukim di Pulau Bangka.

Karenanya, wajar bila kami punya rasa bangga, atas hasil Laut Pulau Belitong sebagai penyuplai protein dan Omega untuk dunia ini.

Lalu, kami begitu percaya dengan literatur yang menjelaskan bahwa, generasi yang hebat itu berasal dari asupan protein dan Omega yang baik, sehingga bukan hanya berasal dari “konsumsi” produk elektronik yang didalamnya mengandung Timah.

Bahkan, tidak hanya itu saja. Masih banyak lagi kontribusinya. Faktanya,  Laut Belitong juga berkontribusi untuk konservasi, pelayaran, pendidikan dan pariwisata.

Kenyataan lain, setelah berkaca kepada Pulau Bangka, terkait aktivitas tambang laut yang membabi buta, dimana berdampak pada kerusakan terumbu karang yang tak terkendali, mengakibatkan dugaan adanya berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, seperti adanya nelayan yang terpaksa berubah profesi, terjadinya konflik sosial yang rentan, resiko pariwisata yang mati suri, ilegal mining yang sulit terhenti dan lainnya.

Menyikapi itu semua, bentuk perlawanan kami terhadap penambangan laut ini, adalah hal yang wajar, mengingat laut adalah harapan kami satu-satunya untuk menuju masa depan yang lebih baik. Nyatanya, daratan kami telah luluh lantak akibat ilegal mining dan penambangan yang tidak pro lingkungan. Semuanya rusak, hanya demi membahagiakan dunia dengan gadget, produk elektronik dan lainnya. Semua ini, kami nilai demi inovasi untuk memuaskan ketidak puasan manusia. Padahal, daya inovasi yang baik itu, adalah inovasi yang mudah diperbaiki dan didaur ulang.

Harusnya, momen saat ini, kesempatan bagi para pemimpin teknologi untuk memikirkan ulang, bagaimana kalian membuat produk elektronik kita, agar tidak hanya inovatif bagi hidup kita, tapi juga adanya kebaikan bagi planet tempat tinggal kita. Bukannya malah bersikap sebaliknya, misalnya memaksa perusahaan tambang timah untuk menghancurkan sebuah daerah.

Akumulasi atas bentuk kekecewaan kami, atas indikasi tidak dilindunginya masa depan kami oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung? maka dengan ini, saya secara pribadi menyatakan dukungan untuk Pulau Belitong keluar dari Provinsi Bangka Belitung. Maafkan kami, jika peringatan HUT ke 17 tahun ini, bisa saja menjadi terakhir kalinya keberadaan kami di Provinsi ini?.

Terucap ungkapan terimakasih telah menyadarkan kami, kalau pembentukan Provinsi Bangka Belitung ini, mungkin dulunya hanya berdasarkan kesepakatan ditataran para elite saja, yang mana kepentingan para elite ini, lebih dikedepankan kepentingannya, dibandingkan memperjuangkan kepentingan dan masa depan Pulau Belitong kami. wasww. Salam

Tanjungpandan,  17 – 11 – 2017

Endro

(Anak Pulau Belitong)

Endro

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *