‘Kebodohan Ananda’

Oleh: Bastian P Simanjuntak (Presiden Geprindo)

SUNGGUH Sangat prihatin atas kejadian di acara Kanisius, beberapa hari lalu.

Ada suatu peristiwa pertunjukan bernilai murahan dan tidak elegan.

Padahal seperti diketahui banyak orang, Kanisius adalah sekolah prestisius, bahkan bisa dikatakan sekolah favorit, di kalangan siswa tingkat menengah. Namun jadi rusak citranya, akibat ulah oknum anak ingusan bernama Ananda.

Padahal, Pak Anies sudah berbaik hati, yaitu telah bersedia memenuhi undangan, ditengah jadwal beliau yang begitu padat. Namun sebagai gubernur, Pak Anies wajib mengayomi seluruh warga DKI.

Dalam pidatonya, Pak Anies menunjukan sikap hormatnya kepada kanisius. Tetapi suasana berbalut keindahan tiba-tiba rusak, akibat kebodohan Ananda, yang sempat manggung “berlagak” aktifis yang sedang orasi.

Saat itu, bicara dengan tergagap-gagap, sambil mengungkit pertarungan pilkada dki, yang telah berlalu. Terlihatlah keluguan Ananda yang masih baper, terjebak persepsi negatif terhadap Pak Anies.

Bahkan lebih parah, Ananda berpikir panitia telah mempolitisir Perayaan Ultah Kanisius itu. Dampaknya, sesama alumni Kanisius jadi ribut. Ananda terjebak dalam persepsinya sendiri, bodoh kuadrat.

Ananda seorang seniman pemain piano, pernah bertarung di Kubu Ahok, seniman terbiasa pakai hati, begitu kalah politik jadi patah hati.

Kelukaan yang begitu dalam, membuat dirinya tidak terkontrol, masih saja belum bisa move on.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *