Hakim Vonis Terdakwa Oplosan Migor Cuma 6 Bulan Penjara

KORANFORUM.COM,PANGKALPINANG –Sidang putusan perkara dugaan minyak goreng oplosan terhadap Handry Solichin alias Handry (45) selaku terdakwa, dikeluarkan putusannya oleh Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Selasa (07/11/2017) lalu.

Dalam persidangan saat itu, majelis hakim menjatuhkan vonis sanksi hukuman selama 6 bulan kurungan penjara terhadap Handri, dikarenakan terdakwa telah melakukan tindakan pengoplosan minyak goreng (migor) tersebut.

Pada kesempatan itu, jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Dodi SH, menyatakan pihaknya saat ini masih mempertimbangkan kasus ini.

“Pikir-pikir dulu,” ucap Dodi selaku JPU, saat di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Adapun Majelis Hakim PN Pangkalpinang dalam menjatuhkan vonis swlama 6 bulan kurungan penjara, atau lebih ringan 2 bulan bila dibandingkan dengan tuntutan pihak JPU terhadap terdakwa (Handry) sebelumnya, yakni 8 bulan kurungan penjara.

Diberitakan sebelumnya, terungkap jika Handry, sesungguhnya diketahui selaku General Manager PT Nusantara Jaya Sejahtera Makmur (NJSM).

Pengungkapan perkara kasus dugaan oplosan migor ini, berawal dari pengungkapan kasus oleh Tim Satgas Pangan bersama Tim Subdit I Indag Direskrimsus Polda Kepulauan Babel, dimana saat itu polda sempat menemukan karyawan PT NJSM, sedang melakukan pengoplosan minyak goreng di perusahaan tersebut, yang berlokasi di Jalan Raya Selindung Baru, Kota Pangkalpinang.

Modus kejahatan yang dilakukan saat itu, diketahui dengan cara membuka kemasan minyak goreng merek Hemat dan Fitri, yang sudah mendekati Kadaluarsa dan tanpa mengantongi izin edar.

Selanjutnya, minyak goreng tersebut disaring dengan menggunakan kain dan dikemas kembali ke dalam jerigen ukuran 5 liter, lalu dijual seharga Rp 45 ribu kepada masyarakat.

Hari itu juga, Tim Satgas Pangan dan Polda Babel, berhasil mengamankan pula sekitar 22.193,44 liter migor, atau sebanyak 22 ton minyak goreng yang diduga dari hasil oplosan yang dikemas dalam plastik.

Perkara kasus minyak goreng oplosan dan kadaluarsa ini, sebelumnya sempat menjadi sorotan pimpinan Polda Kepulauan Babel, saat masih dijabat oleh Brigjen Pol. Anton Wahono.

Sedangkan Anton sendiri, saat jumpa pers di hadapan wartawan, Jumat (11/8/2017) kala itu, sempat mengatakan, jika minyak goreng oplosan itu berhasil diungkap berawal dari laporan masyarakat ke pihaknya (Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepulauan Babel).

“Mendapat informasi dari masyarakat itu, maka Tim Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Babel bersama tim Satgas Pangan langsung turun kelapangan, untuk memeriksa gudang itu dan menemukan salahsatu karyawan sedang mengoplos minyak,” beber Anton, saat meninjau langsung lokasi gudang PT NJSM, beberapa bulan lalu.  (okta)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *