Hasniati SH,MH: “Ormas KPPPI Lahir Dari Tujuan Ingin Mensejahterakan Masyarakat dan Pemuda”

ORGANISASI KemasyarakatanAi??atau disingkat OrmasAi??adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan, guna tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Tentunya, setiap ormas yang dibentuk itu memiliki latarbelakang, visi, misi, maksud dan tujuan yang ditetapkan.

Tak terkecuali juga dengan pendirian dan keberadaan Ormas Korps Pejuang Pemuda dan Pemudi Indonesia (KPPPI), yang “dibidani” kelahirannya oleh Ny. Hasniati SH, MH dan sekaligus menjadi ketua umum (ketum) dari ormas ini.

Menurut Ketum DPP KPPPI Hasniati, Ai??yang akrab juga disapa dengan panggilan Hasnia, latarbelakang didirikan Ormas KPPPI ini, hampir bersamaan dengan usainya pelaksanaan Ai??Pemilu Legislatif (Pileg) Tahun 2014 lalu.

Saat perhelatan demokrasi lima tahunan itu, Ai??dirinya sempat mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (Caleg) DPR-RI Dapil Riau 2 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun rupanya nasib belum berpihak kepada ibu yang murah senyum ini, dimana saat pileg itu dirinya belum ditaqdirkan untuk lolos ke “Gedung Senayan”.

Padahal, tidak sedikit pengorbanan yang sudah dia keluarkan, Ai??baik itu berupa dana, tenaga, Ai??pikiran dan waktu agar bisa lolos menjadi calon Anggota DPR RI.

“Bahkan saya sudah habis-habisan, hingga bisa dikatakan bangkrut.Ai??Namun sejak dari awal, saya sudah bertekad untuk siap “kalah” dan siap “menang” dalam pencalonan pileg dulu. Ai??Jadi meski kalah pun, saya tetap bersyukur kepada Allah SWT, ” ucap Hasnia, sambil sedikit tersenyum.

Dalam kondisi ini, Hasnia Ai??punya keyakinan bahwa ada banyak hal yang dapat dipetik dari perjalanan caleg tersebut. Karena itu, dirinya merasa tidak trauma dan tidak putus asa atas nasib yang pernah menimpanya ini.

Justru oleh Hasnia, kisah perjalanan caleg itu semakin membuat dirinya menjadi semangat dan bisa tetap tegar dalam menghadapi suatu kegagalan.

“Dalam perjalanan caleg lah, saya banyak belajar dan melihat lebih dalam kehidupan masyarakat dan pemuda khususnya,” tutur Hasnia.

Sebenarnya, Ai??satu tahun sebelum pemilihan legislatif lalu, dirinya sudah turun lapangan dan masuk tiap kabupaten, dimana setiap kecamatan dan bahkan tiap kelurahan sudah “dibinanya” dengan berbagai macam program dan kegiatan.

Sudah juga dibuatkan berbagai acara untuk pendekatan kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk menampung berbagai keluhan yang didengar dari masyarakat dan juga dari para pemuda dan pemudinya.

Saat itu, banyak lokasi pariwisata atau peninggalan sejarah atau budaya, yang belum diangkat potensi komersialnya dan belum terjaga dengan baik kelestariannya.

Pada saat itu, Ai??dirinya juga menampung aspirasi tentang masih banyaknya para pemuda dan pemudi yang pengangguran, yangmana hampir setiap hari mereka tak punya tujuan aktifitas yang jelas, Ai??serta ada yang berkumpul di warung-warung hanya sekedar untuk main batu domino, atau sebagian lagi hanya nongkrong saja tanpa adanya aktifitas.

“Nah, kondisi ini sangat memprihatinkan, karena tiadanya pembinaan kepada para pemuda pemudi ini. Sebenarnya, mereka bukan tidak punya potensi, tapi karir mereka terhambat, karena sulitnya diterima bekerja atau buka usaha, akibat ketiadaan modal,” ungkap Hasnia.

Kondisi mereka saat itu, Ai??memang harus dimaklumi, dimana mereka banyak berasal dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. Ai??Kalau pun hanya bisa buat makan, itu sudah dirasa cukup oleh mereka.

Dari sinilah, membuat hati Hasnia merasakan kesedihan. Bahkan, hatinya merasa ingin “menjerit” dan “berteriak”, karena merasakan kesedihan dan prihatin atas kondisi masyarakat dan para pemuda tersebut.

Ketika itu, dirinya sempat berpikir kalau kondidi para pemuda pemudi dihampir semua daerah adalah sama. Walau pun saat itu, Ai??dirinya baru sebatas hanya mengelilingi Provinsi Riau. Namun secara sekilas, dirinya merasa yakin kalau ada pemuda pemudi dibeberapa propinsi yang mengalami nasib hampir serupa, sehingga butuh perhatian yang serius dari berbagai pihak terkait.

Karena itu, bercermin dari kondisi ini, Ai??dirinya mencoba untuk membuat suatu solusi, yaitu tentang bagaimana caranya agar ada perubahan kesejahteraan dalam masyarakat dan para pemuda pemudi tersebut.

“Akhirnya, timbulah ide untuk mendirikan ormas ini, yaitu KPPPI atau kepanjangan dari Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia. walau sebelumnya, saya juga pernah aktif dibeberapa LSM dan ormas lain, namun setiap ormas dan LSM, tentunya punya strategi masing-masing. Makanya, saya pun membentuk KPPPI ini, mudah mudahan strategi ormas yang saya dirikan bersama rekan-rekan seperjuangan ini, Ai??bisa sesuai harapan saya dan harapan rakyat,” tandas Hasnia, yang kesehariannya berprofesi sebagai pengacara dan bergelar Master Hukum (MH).

Ditambahkan Hasnia, dengan melihat kondisi negara saat ini, bisa dinilai sangat memprihatinkan, karena masih ditemukan banyak pemuda yang diduga terprovokasi akan suatu kondisi, sehingga bisa mempermudah terpecah belah, yang disebabkan arus politik dan melemahnya jiwa nasionalis para Pemuda Pemudi di Nusantara ini.

Karena itu, Ai??KPPPI mengajak para Pemuda Pemudi di Nusantara ini, Ai??untuk terus semangat dan berjiwa patriot, serta mengajak menjaga persatuan, perdamaian, kerukunan dan menjaga keberagaman, sesuai ajaran Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. (jon)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *