Perjuangan Marianto Hingga Terpilih Sebagai Kades Sokong

#Dilaporkan Pakai Ijazah Palsu hingga Penolakan Sebagai Pemenang

BISA Terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidaklah mudah bagi seorang Marianto, SH.

Pasalnya, sebelum pendaftaran menjadi calon kades, Marianto sudah harus diterpa persoalan, yaitu tudingan dugaan ijazah palsu. Namun, hal itu tak membuatnya putus asa untuk meraih kemenangan.

Kepada Wartawan Tabloid Koran Forum (www.koranforum.com) Perwakilan NTB, mengungkapkan, bahwa tak sedikit orang yang mampu bertahan menghadapi permainan politik desa.Ai??Apalagi sampai dilaporkan ke ranah hukum, atas tuduhan ijazah palsu.

Tuduhan miring tak sesuai dengan fakta ini, Ai??sempat mendorong oknum untuk mencuatkan isu ini, ketika menjelang pemlihan kades (pilkades) serentak 19 Oktober 2019 lalu. Bahkan saat itu, Ai??ada sekitar puluhan orang berunjuk rasa ke Polres dan Pemkab Lombok Utara, agar menangkap Marianto dan membatalkan pencalonanya.

Namun situasi yang berkembang dalam dinamika politik menjelang pemilihan kades tersebut, tak membuatnya putus asa. Saat itu, Marianto meyakini dirinya, bahwa masyarakat mengetahui bagaimana dia memperjuangkan hidupnya di Dusun Karang Nangka, sejak kecil hingga sekarang.

ai???Bagi saya, itu hanya isu yang dikembangkan. Dan masyarakat tahu seutuhnya tentang saya. Kalau hal seperti itu, saya anggap dinamika politik dan tidak menganggap negatif. Justru saya berpikir positif, dengan isu seperti itu elektabilitas saya semakin tinggi,ai??? ujar Marianto, saat dikunjungi wartawan Tabloid Koran Forum (www.koranforum.com) di rumahnya, Rabu (25/10) lalu.

Ketika wartawan media ini berkunjung, halaman rumah Marianto masih terlihat ramai dengan kehadiran tim kemenangan dan pendukungnya. Ada yang datang menyampaikan ucapan selamat sembari ngopi dan merokok, serta memberikan dukungan moril kepada calon yang diusungnya tersebut.

Di sela-sela itu, Marianto dengan santai menanggapi laporan tuduhan kepada dirinya. Karena menurutnya, hal itu hak setiap warga negara untuk melakukan pengawasan dan bagian konstitusi yang membuka peluang masyarakat untuk menilai langkah-langkah selama tidak melenceng. ai???Kami membiarkan proses hukum. Kalau menanggapi hal itu santai saja dan saya tidak mau terbawa arus,ai??? ucap pria usia 33 tahun ini.

Jika proses hukum tetap berlanjut, ia sendiri siap menghadapinya dan akan membuktikan persoalan ini di PTUN. Sebab, persoalan ini masuk ke hukum administrasi negara. ai???Insya Allah saya siap,ai??? ucapnya, diamini timsesnya.

Persoalan desakan hukum yang sedang menimpa Marianto, kok bisa meraih kemenangan? Ia pun mengungkapkan kisah perjuangannya, yang paling utama dalam desakan itu jangan terlalu dipikirkan dan jangan terprovokasi atas isu dugaan yang berkembang. ai???Tidak ada beban bagi diri saya atas isu yang berkembang itu,ai??? ungkap bapak dua anak ini.

Dia melanjutkan, untuk meraih 2.006 suara yang berada pada posisi terbanyak dibandingkan empat calon kades lainnya. Marianto sudah menanam investasi sosial sejak tahun 2013, dengan aktif di berbagai kegiatan sosial baik skala desa, kabupaten dan provinsi. Pertama kali, ia terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Desa Sokong periodeAi??2013-2016.

Pada saat itu, ia aktif melakukan pemberdayaan pemuda dengan program utama mencegah peredaran narkoba dan gerakan sosial kepemudaan. ai???Bahkan pernah menjadi Desa Sokong Anti Narkoba,ai??? terang pria kelahiran 10 Oktober 1983 ini.

Kemudian, tahun 2013 lalu, sempat terjadi gempa bumi yang merusak ribuan rumah warga khusus Desa Sokong. Di sanalah dia aktif membantu masyarakat bersama mantan Kades Sokong Ripsah, yaitu mengupayakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan mengusulkan perbaikan rumah korban.

Pada waktu itu, ia masih melakukan kegiatan sosial sendiri dan belum aktif di lembaga sosial lainnya. Barulah, pada tahun 2014 pascagempa bumi saat itu, Ai??ia membentuk wadah ‘Sahabat Peduli Lombok’ bersama 20 pengurusnya.

Lembaga yang dibentuknya ini, bergerak pada aksi kemanusiaan, sosial dan pendidikan. Misalkan, menyalurkan air bersih setiap musim kering dan memberikan beasiswa kepada siswa miskin, dan jumlah yang dibantu sampai saat ini mencapai sekitar 60 siswa.

ai???Kemitraan kami dengan lembaga internasional Laz Azhar. Alhamdulillah saya dipercaya menjadi direkturnya sejak tahun 2014 hingga sekarang ini,ai??? papar anak ketiga dari lima bersaudara ini.

Lalu sejak tahun 2013 hingga sekarang ini, ia juga diamanahkan menjadi Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Kabupaten Lombok Utara, yang bergerak pada persoalan keagamaan dan menjaga kerukunan antar umat beragama, sehingga pada bulan Juli tahun 2017 lalu, Ai??Lombok Utara memperoleh penghargaan sadar kerukunan antar umat agama dari Kementrian Agama RI.

Dan diamanahkan juga menjadi Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana tahun 2017-sekarang. ai???Dulu, lebih banyak kerja sosial berjalan sendiri,ai??? ucap sarjana hukum ini.

Dia juga tidak akan pernah melupakan kisah hidup dirinya, kalau dulu sempat menjadi buruh bangunan dan bengkel. Namun, awal mulanya, ia sempat ikut terlibat belajar kegiatan sosial di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) pada tahun 2008 silam.

Lalu, seiring perjalanan waktu, masyarakat sudah menyebut namanya menjadi calon kades sejak terlibat aktif menjadi ketua posko risiko bencana tahun 2013. Dan dukungan itu semakin mencuatkan namanya, setelah pilkada 2015 lalu. Saat itu, Ai??ada beberapa tokoh pemuda, masyarakat dan agama mendatangi dirinya, agar mempersiapkan diri untuk mencalonkan diri sebagai kades. Ai??ai???Namun pada waktu itu, saya belum ada kepikiran untuk maju calon kades, karena belum mengarah ke sana. Saya tidak menghiraukan itu, karena saya lebih berpikir untuk selalu aktif dengan kegiatan sosial,ai??? kisahnya.

Seiring perjalanan waktu pula, dua minggu menjelang akhir pendaftaran, ada elemen masyarakat bersama tokoh datang kepada dirinya, memintanya maju mencalonkan diri. Ia pun sempat menyampaikan hal serupa pada dua tahun silam, menawarkan calon alternatif lainnya. Namun, tokoh-tokoh yang hadir tidak menginginkannya, sehingga ia pun meminta waktu seminggu untuk mempertimbangkan permintaan para tokoh tersebut.

Setelah itu, datang lagi masyarakat ia pun menawarkan calon alternatif itu namun masyarakat menolak. Ia pun minta kembali pertimbangan tiga hari. Justru waktu itu, katanya, ia menghilang pergi ke Bayan.

ai???Warga banyak yang nelepon dan menunggu. Bahkan, ketua tim pemenangan saya ini gebrak rumah saya untuk mencari berkas pendaftaran, tapi saya sudah sembunyikan. Akhirnya saya pulang dan menemukan masyarakat masih di rumah. Atas desakan masyarakat itu, akhirnya saya mengiyakan dan mendaftarkan diri saya bersama istri ke panitia pilkades tanpa diiringi pendukung. Saya serahkan berkas jam 16.00 WITA,ai??? bebernya.

Setelah memperlihatkan bukti pendaftaran kepada masyarakat, tampak mereka langsung bersujud dan mulai bergerak bersama-sama, dari mulai pasang baliho, stiker, gerakan medsos dan lainnya. Dengan luas wilayah 19 dusun ini, ia mengaku hanya menghabiskan Rp 30 juta lebih. Dan sisanya lebih banyak iuran bersama. ai???Inilah yang membuat saya terharu,ai??? tuturnya.

Jadi, kemenangan yang diperoleh merupakan kemenangan bersama, karena semua tim bergerak sesuai tupoksinya masing-masing. Dalam kegiatan sosial, lakukanlah dengan ikhlas tanpa mengharapkan pamrih, maka keberkahan itu akan datang.

Dengan kemenangan saat ini, dirinya bukan milik segelintir pendukungnya namun sekarang ini saatnya melayani seluruh masyarakat Sokong tanpa terkecuali.

Karenanya, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama bersinergi dalam membangun Desa Sokong, karena desa ini membutuhkan energi bersama dengan kondisi konflik yang luas.

ai???Mari kita satukan kebersamaan dalam membangun Desa Sokong BERBENAH Ai??yaitu Berbudaya, Berkarya dan Amanah,ai??? tandas suami dari Diah Ayu Pratiwi Sahertian ini, mengakhiri perbincangan dengan wartawan media ini. (*/sastro)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *