Di Belitung, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Aki Power BTS dan Kabel Lampu Pendaratan Bandara

KORANFORUM.COM, BELITUNG, BABEL — Jajaran Kepolisian Polres Belitung Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Sabtu (14/10/2017) hingga Minggu (15/10/2017) lalu, berhasil membekuk sindikat pencurian peralatan tower seluler di wilayah hukum Polres Belitung, Babel.

Adapun sindikat pencurian ini telah mencuri puluhan Aki BTS, di sejumlah lokasi di Pulau Belitong.

Aki yang dimaksud, adalah aki kering sebagai cadangan pembangkit daya bagi mesin Tower, saat pasokan listrik dari PLN terjadi pemadaman aliran listrik.

Berdasarkan Laporan Polisi yang masuk ke Polres Belitung dan Polsek Sijuk, terungkap bahwa dari empat kejadian lokasi pencurian yang dilaporkan ke polisi, maka langsung diteruskan kepada Satuan Reskrim Polres Belitung.

Para korban pencurian mengaku kehilangan sejumlah aki/baterai power tersebut, dimana laporan itu disampaikan kepada polisi secara berturut-turut pada tanggal 2 – 9 Oktober 2017, yang baru lalu.

Aksi pencurian yang diduga dilakukan empat orang tersangka ini, dimana yang baru tertangkap dua tersangka dan dua tersangka yang lain masih buron, dilakukan oleh mereka diberbagai lokasi berbeda, diantaranya di Area Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjungpandan Belitung yaitu berupa kabel pendaratan sebanyak satu karung. Lalu, Baterai Power BTS milik PT TELKOMSEL sebanyak 12 unit, Baterai Power BTS milik PT Indosat sebanyak 10 unit, PT HUAWEI (XL) sebanyak 13 unit, serta Panel Kontrol CBS Motorizet milik PT PLN Tanjung Pandan Belitung sebanyak 47 unit.

Setelah dihitung, diperkirakan nilai total kerugian yang dialami para korban akibat aksi pencurian ini mencapai sekitar 572 juta rupiah.

Semua fakta ini, diungkapkan langsung oleh Kapolda Babel saat Gelar Press Releasse Polres Belitung di Kantor Polres Belitung, Rabu (18/10/2017) siang, dengan didampingi Kapolres Belitung AKBP sunandar SIk beserta jajaran perwira dan anggota Polres Belitung.

Sementara kedua tersangka yang berhasil dibekuk jajaran Buser Polres Belitung, selanjutnya diminta untuk menunjukkan tempat, dimana mereka menjual hasil curiannya.

Akhirnya didapatkan barang bukti sejumlah aki baterai power BTS yang dilaporkan hilang ini, ternyata sempat berada disalahsatu penampung barang rongsokan, di wilayah Tanjung Pandan, dengan inisial Ak.

Sedangkan dari pengamatan wartawan Tabloid Koran Forum (www.koranforum.com), saat melihat tulisan yang tertera pada sejumlah lembar kertas warna merah yang ditempelkan pada beberapa barang bukti hasil curian, serta diperlihatkan saar digelarnya Press Release hari Rabu (18/10/2017) tadi, termuat keterangan bahwa sejumlah barang bukti hasil curian tersebut disita dari seseorang bernama inisial NF alias Ak, yaitu seorang buruh harian lepas Warga Desa Aik Pelempang Jaya, Tanjung Pandan, Belitung.

Namun saat berita ini diturunkan, wartawan media ini belum mendapatkan penjelasan dari petugas Polres Belitung tentang keterlibatan oknum warga ini, terkait kasus pencurian ini.

Namun adanya informasi bahwa inisial NF alias Ak, yang diduga sebagai penadah barang hasil curian ini, didapatkan infonya langsung dari kedua tersangka bernama Rani bin Selamat warga asal Sei Semajid, Kota Palembang (32 tahun) dan rekannya bernama Andi Arianto alias Andi bin Abdul Fatah (alm) warga Tempilang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Babel (31 tahun).

Berdasarkan informasi dari kedua tersangka ini, terungkap juga bahwa dua pelaku lain yang masih buron, dikenal namanya sebagai Bobi dan satunya lagi rupanya adik dari Bobi sendiri, dimana kedua buronan sampai saat ini masih dalam pengejaran dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dari jajaran Polres Belitung.

Saat acara press releasse ini, terungkap juga bahwa kedua tersangka yang tertangkap yaitu Rani dan Andi, awalnya berniat kabur dengan membeli tiket pesawat keluar Pulau Belitong untuk menuju ke Pulau Bangka, setelah melakukan pencurian.

Namun rencana pelarian mereka belum bisa terealisasi, karena kedua tersangka ini keburu disergap Tim Buser Polres Belitung, ketika akan membeli tiket pesawat disalahsatu agen tiket, yang berada di Wilayah Air Merbau, Kota Tanjung Pandan, Belitung.

Nah, dari tersangka Rani ini, didapat keterangan bahwa harga jual sejumlah aki baterai power curian itu berkisar 12 ribu rupiah perkilogram, yang dijual ke penampung barang rongsokan atau barang bekas di wilayah Kota Tanjungpandan, Belitung.

Kemudian, dalam kesempatan Press Release, Kapolda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Brigjend Pol Syaiful Bachri, yang digelar di Halaman Depan Kantor Polres Belitung ini, Rabu (18/10/2017), kapolda yang belum genap sebulan menjabat sebagai Kapolda Babel ini, menyampaikan informasi tentang modus operandi yang dilakukan para tersangka pencurian ini.

“Modus operandi para tersangka ini mencuri beberapa barang tersebut dengan cara membongkar gudang penyimpanan yang ada diberbagai lokasi yang ada, yang mana lokasinya itu terdapat baterai power. Adapun caranya dengan memotong kabel power baterai yang terhubung dengan mesin. Kgusus untuk yang lokasi di Bandara, mereka juga memotong kabel lampu pendaratan pesawat di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung,” beber Kapolda Brigjend Pol Syaiful Zachri, disela Press Releasse.

Dijelaskan Kapolda, apa yang dilakukan para tersangka pencurian ini, tentunya sangat membahayakan keselamatan penerbangan, baik pendaratan dan proses terbangnya sebuah pesawat. Karena itu, para tersangka harus dihukum sangat berat, karena kualitas kejahatannya sudah sangat membahayakan banyak orang.

“Maka itu kita berlakukan hukum berat kepada para tersangka yang sudah tertangkap, dan dipersangkakan kepada pelaku yang melakukan pencurian dengan pemberatan, dengan menggunakan pasal 363 ayat (1) ke 3,4,5 KUHP, dengan ancaman hukumannya selama sembilan tahun kurungan penjara,” pungkas Kapolda, sambil menutup acara Press Release.

Adapun saat berita ini diturunkan, kedua tersangka yang tertangkap masih berada dalam Ruang Tahanan Kantor Polres Belitung. (rhofik pramuadjie)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *