Pantau Kondisi Bayi, KPAD Babel Datangin RSBW Pangkalpinang

KORANFORUM.COM, PANGKALPINANG —  Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bangka Belitung (Babel)  kembali mengunjungi Rumah Sakit Bakti Wara (RSBW) , pada hari Sabtu (7/10/2017) sekitar Pukul 13.11 WIB, untuk memantau langsung kondisi kesehatan bayi.

Kunjungan ini juga untuk menemui pihak dokter yang menangani kondisi bayi, pasca melahirkan di dalam mobil, beberapa saat lalu.

Pihak KPAD disambut oleh Kabag Pelayanan Medis RSBW, dr. Helvian dan dr.  Yunita, selaku dokter jaga saat kejadian kelahiran bayi itu di dalam mobil.

Dari keterangan dokter, kondisi bayi saat ini sudah 99% masuk oksigen ke seluruh tubuh, tetapi pernafasan bayi masih belum stabil.

Sementara untuk asupan makanan bayi tersebut, pihak doktet memberikan ASI,  dicampur dengan susu, karna kondisi ASI belum begitu banyak melalui selang yang langsung masuk ke lambung bayi.

Dalam kunjungan ini, Ketua KPAD Babel Sapta Qodria Muafi S.H, beserta komisioner KPAD lainnya,  juga berkonsultasi dengan ahli hukum Biar M Yamin S.E M.H, serta seorang psikolog Imam Ghozali S.Psi.,M.Si.

Sedangkan tanggapan Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Perlindungan Anak) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel),  Hj.Melati Erzaldi, saat dihubungi Ketua KPAD Babel, menyatakan bahwa pihaknya menyayangkan sekali kejadian tersebut, dimana seharusnya pihak RSBT Pangkalpinang harus lebih dulu melihat tingkat urgensi dari kondisi pasien bersangkutan.

Mestinya, pihak RSBT Secara medik, sudah harus langsung menangani pasien agar mendapatkan perawatan dan pertolongan, karena yang tahu hitungan medik dalam mempelajari kondisi pasien adalah petugas medik dari rumah sakit tersebut.

“Sangat menyayangkan dengan alasan tidak adanya kamar? Tentunya ini menjadi tamparan keras bagi RSBT dengan terjadinya kasus ini. Karena itu, kasus ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, sebab saya sangat menyayangkan terjadinya hal ini di Provinsi Babel ini,” ucap Sapta, menirukan pernyataan dari Ny. Melati.

Adapun untuk menindaklanjuti permasalahan ini, Pemerintah Provinsi Babel langsung memberikan mandat kepada KPAD Babel dan Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Babel, untuk menindaklanjuti hal ini sampai tuntas. (okta)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *