Sekelumit Kisah ‘Teresa Deng’

Ni Wen wo ai
Ni you dou shen
wo ai ni you ji fen

Wo de ging ye zhen
Wo de ai ye zhen
Ye liang dai biao wo de xin….

Inilah sepotong syair lagu ‘ ye liang dai biao wo de xin ‘ yang dinyanyikan Teresa Deng, nan populer dari tahun 1970an hingga kini.

Lagu dan musik adalah suatu hal yang tidak bisa habis dibicarakan sampai kapanpun. Ia sangat menarik untuk diulas dan dibahas. Apalagi bagi orang yang suka akan musik dan lagu. Begitu pula dengan artis penyanyi yang menjadi favorit kita.

Salah seorang penyanyi yang menjadi favorit saya adalah artis dari Taiwan, Teresa Teng. Ejaan baru sekarang disebut Teresa Deng. Nama terlahirnya Deng Li Jun. Tentu bukan hanya saya nan suka lagu dan suara Teresa Deng, mungkin ada ribuan bahkan jutaan orang yang suka akan suara Terasa Deng di seantero dunia ini.

Lagu Teresa Deng, banyak disukai dan populer di berbagai negara seperti Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Thailand, Malaysia, Indonesia, Jepang dan di berbagai negara yang banyak etnis Tionghoa di dunia pada era tahun 1970an dan 1980an hingga tahun 2017 ini.

Sampai-sampai ada pepatah, ” Dimana ada orang Tionghoa, di situ ada lagu Teresa Deng “. Lagu Teresa Deng yang paling populer adalah Ye Liang Dai Biao Wo De Xin (The Moon Represents My Heart) dan He Re Jun Zai Lai ( When You Will Return).

Tatkala terjadi ketegangan politik antara Tiongkok dan Taiwan pada 1980an, lagu Teresa Deng terkena imbasnya. Lagu Teresa Deng dilarang diputar di Tiongkok, sebab dianggap borjuis. Namun, popularitas Teresa Deng terus melejit karena pasar gelap. Lagu-lagunya tetap diputar dimana-mana dari night club, cafe hingga gedung-gedung pemerintah. Akhirnya, larangan inipun dicabut.

Pada masa itu, Teresa Deng dijuluki ‘ Deng Kecil – Little Deng ‘ di Tiongkok. Karena kebetulan pemimpin komunis Tiongkok tatkala itu adalah Deng Xiao Bing, yang marganya sama dengan Deng Li Jun yakni Deng. Maka terdapat julukan di disana ” Deng Xiao Bing Memimpin Tiongkok Pada Siang Hari, Deng Li Jun Memimpin Tiongkok Pada Malam Hari “. Sebab suara merdu, lembut, kalem dan elegan Teresa Deng terdengar di kala malam hari.

Tapi sayang, ia telah meninggal dalam usia muda, hanya suaranya yang ditinggalkan untuk kita saat ini.

Jakarta, 13 Septembet 2017
Kurnianto Purnama, SH.MH.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *