“Keindahan Yang Terluka”

KEINDAHAN yang Terluka. Mungkin maksud yang tersirat dari kalimat ini akan membingungkan bagi pembacanya.

Pasalnya, kalimat ini “menggabungkan” dua kata yang  berlawanan artinya.  Satu kata itu “Keindahan” mencerminkan arti kesenangan, kekaguman atau arti lainnya, sedangkan satu kata lagi yaitu “Terluka” mengesankan arti penderitaan, kesakitan atau arti lainnya.

Nah, ungkapan dua sisi yang berbeda itu secara spontan dilontarkan oleh salahseorang turis wanita asal Solo Jawa Tengah, sebut saja namanya Bunga (red),  yang secara kebetulan berkunjung ke Belitung bersama familinya,  pada minggu awal September  2017 lalu.

Saat itu,  Bunga beserta keempat anggota kekuarganya yang lain sedang berkunjung ke Kawasan Wisata Danau Biru Murai,  Desa Air Raya,  Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), dimana saat itu Bunga secara tiba-tiba melontarkan kalimat “Keindahan Yang Terluka” dengan suara agak pelan,  disaat dirinya menatap penuh makna ke arah lokasi Danau Biru Murai.

“Aku sempat terkejut ketika Dia (Bunga)  berkata Keindahan Yang Terluka itu,  karena selama saya menggeluti profesi Guide ini,  belum pernah ada turis atau tamu yang saya dampingin bicara secara spontanitas seperti itu. Rata-rata para turis melontarkan kata-kata pujian atas potensi keindahan yang dimikiki oleh Danau Biru Murai ini,” ujar Wancen, salahseorang Guide lokal dari Perusahaan Travel Joycome Belitong,  saat mendampingi Bunga dan keluarganya berkunjung ke Kawasan Wisata Danau Biru Murai,  pada Minggu awal September lalu.

Setelah mendengar ucapan Bunga itu,  lalu dengan diliputi rasa penasaran Wancen secara pelan menanyakan maksud dari ucapan Bunga yang melontarkan kalimat “Keindahan Yang Terluka” saat menikmati keindahan potensi wisata Danau Biru Murai ini.

Ternyata, tanpa diduga sama sekali oleh Wancen,  jawaban Bunga sungguh sangat mencengangkan.

Saat itu, Bunga berkata bahwa arti dari kalimat “Keindahan Yang Terluka” adalah,  secara nyata warna air danau yang berwarna biru sangat memancarkan keindahan warna yang disenangi mata. Ditambah lagi dengan hamparan luas daratan berupa tanah putih atau kaolin yang mengelilingi danau biru ini, mengakibatkan terciptanya hamparan kawasan daratan yang memiliki kolaborasi keindahan, kecerahan, kebersihan dan kilauan cahaya warna-warni yang menyejukkan hati dan memanjakan mata untuk terus menatapnya.

“Tapi harus diingat ya, potensi keindahan wisata kawasan Danau Biru ini merupakan hasil eksploitasi tambang kaolin secara besar-besaran waktu dulu, dimana yang namanya pertambangan itu merusak kelestarian alam aslinya. Inilah mengapa saya berkata, Keindahan Yang Terluka. Untung saja bekas tambang ini memberikan dampak potensi wisata yang indah? Bagaimana kalau bekas tambang ini meninggalkan kerusakan alam yang parah dan buruk? Apakah anda bisa membayangkannya? Jadi anda nengertikan atas maksud ucapan saya? Harus mengerti yaa,” tutur Wancen,  menirukan hampir persis ucapan yang dilontarkan oleh Bunga kepada dirinya.

Wancen menambahkan, sangat disayangkan keindahan itu harus muncul dari eks penambangan, karena keindahan itu akan lebih indah apabila tanpa ada perusakan alam sebelumnya. (dodi)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *