Diduga Akibat Fitnah Sebabkan Permohonan IUPHKM Kofithar Riau Tak Jelas

KORANFORUM.COM, RIAU — Diduga akibat hembusan fitnah yang tak bisa dipertanggungjawabkan hingga menyebabkan Permohonan IUPHKm Koperasi Fitrah Harapan (Kofithar) Riau,  tidak ada kejelasan sampai saat ini.

Padahal, diperkirakan sudah lebih dari empat bulan permohonan IUPHKM tersebut, telah diterima oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Mendapati kenyataan buruk ini,  akhirnya Pengurus Koperasi Kofithar Riau menyambangi Kementrian LHK, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Padahal keberangkatan kami ke Jakarta ini dengan dana pas-pasan, yaitu hasil patungan Masyarakat. Tapi sungguh terkejut, setelah sampai di Jakarta, tepatnya di Gedung Manggala Wanabakti ini,  ternyata ada berita hangat tentang Koperasi Kami,” ucap Muharis, selaku Ketua Kofithar Riau.

Berdasarkan sumber yang didapat di sekitar Kawasan Gedung Manggala Wanabakti, terungkap bahwa adanya penolakan usulan IUPHKM oleh Kofithar Riau, diduga adanya back up “Cukong Aseng” dibalik pengajuan IUPHKM Kofithar Riau ini.

Apa lagi ada tersiar fitnahan lainnya,  yaitu keberadaan Komunitas Legiun Pembela Tanah Air (PETA) yang mendampingi Kofithar Riau dalam pengurusan Permohonan IUPHKM, diduga juga semuanya sama yaitu ada “Cukong Aseng” dibelakangnya.

Namun trsebarnya isu “sesat” itu, langsung dibantah secara tegas oleh Ketua Kofithar, Muharis.

Dijelaskan Muharis,  hingga saat ini Kofithar Riau masih fokus pada upaya pengurusan permohonan IUPHkm.

Nantinya, secara komunal areal izin ini akan dikelola oleh seluruh anggota Kofithar Riau. Hal ini,  tentunya sesuai arahan Presiden, bahwa izin atas nama koperasi dikelola secara korporasi.

Hal hampir senada, juga diucapkan Pangdiv PETA Riau, Bambang S Warman.

Bambang menyatakan, tuduhan adanya “Cukong Aseng” dibelakang PETA dalam mendampingi pengurus Kofithar Riau, dalam pengajuan IUPHKM ke Kementrian LHK, semuanya adalah Fitnah Keji dan Kejam.

“Fitnahan kali ini adalah yang sangat kejam yang pernah ada yang ditujukan kepada Komunitas PETA. Mereka salah besar, kalau sampai menuduh adanya Cukong Aseng di balik PETA. Justru PETA berjuang Demi “Si Gundul-Gundul Rakyat Jelata. Karena PETA Anti Kapitalisme. PETA berjuang sesuai Pasal 33 Ayat 1, 2 dan 3 UUD 45, sesuai Naskah Asli dan Sila ke Lima Pancasila, tapi PETA kok malah dapat fitnah yang keji dan kejam,” tegasnya.

Selanjutnya,  PETA bakal melakukan penyelidikan ke lapangan secara langsung, agar dapat mengetahui oknum yang melakukan fitnahan kepada PETA, sehingga bisa mengetahui juga penyebab penolakan permohonan IUPHKM.

Sampai berita ini, diturunkan belum dapat konfirmasi dari Panglima Besar PETA Mayor Purn. TNI Muhammad Saleh Karaeng Sila,  dikarenakan beliau masih ada acara di lapangan. (Tim)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *