TPM Poltekkes Negeri Pangkalpinang GerMas ke Pulau Terluar

KORANFORUM.COM, BABEL — Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Poltekkes Negeri Pangkapinang (Pkp) sebanyak enam orang melakukan koordinasi dan silaturahim kepada Kasat Polairud Bangka Selatan Polres Bangka Selatan Kompol Edison Thoha SIK dan Camat Tukak Sadai Muris Sanjaya, sebelum bertolak ke Pulau Pongok dan Pulau Celagen, Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Dalam koordinasi dan silaturahim ini, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Negeri Pkp Nurhayati M.Kes, menyampaikan adanya kegiatan dari Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang ke Kecamatan Kepulauan Pongok.

Koordinasi ini sebagai wujud informasi ke pihak Polairud, mengingat tim menggunakan sarana prasarana yang dimiliki oleh masyarakat berupa kapal motor yang belum memenuhi standar persyaratan kelayakan angkutan laut atau angkutan penumpang, agar diketahui oleh pihak keamanan laut saat berlayar menuju ke kecamatan Kepulauan Pongok.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan koordinasi, silaturahim dan infornasi yang disampaikan oleh Tim dari Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang kepada kami,” ucap Edison Thoha SIK.

Seperti diketahui, Dosen Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang selayaknya dosen pada umumnya, melaksanakan Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Nurhayati, M.Kes selaku salahsatu Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang menjelaskan, bahwa pihaknya melaksanakan evaluasi pengabdian masyarakat ke Pulau Celagen, dimana info ini sebelumnya telah dilansir dalam KoranForum.Com, Tanggal 21 Mei 2017 lalu.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilaksanakan dengan mengikuti slogan Kementerian Kesehatan yaitu GerMas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) menuju keluarga sehat.

Pada kegiatan kali ini, melaksanakan evaluasi pengetahuan ibu-ibu tentang penanganan dan penanggulangan Penyakit Diare.

Kali ini, kedatangan tim poltekkes ke pulau ini, melanjutkan kegiatan sebelumnya dengan membawa tim dosen, yaitu Ny. Syafrina dan dihadiri oleh salahsatu supervisor kegiatan pengabdian masyarakat , Ny. Annisa.

Tujuannya untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan ibu-ibu mengenai diare dan penanganannya. Ditambahkan lagi, bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Celagen.

Adanya kegiatan sosial dari Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang yang diketuai oleh Ibu Nurhayati, M.Kes ini, sangat dirasakan oleh masyarakat karena sampai sejauh ini masyarakat Desa Celagen belum pernah merasakan kegiatan yang bersentuhan langsung ke masyarakat seperti yang dilaksanakan oleh rombongan  Ny. Nurhayati, M.Kes dan Tim ini.

Adapun kegiatan berupa pendidikan kesehatan dan cara penanganan, serta penggulangan diare dalam bentuk praktek langsung. Ditambahkan pula, bahwa kegiatan seperti ini diharapkan bisa berlanjut dan menjadi agenda terus menerus ke depannya.

“Kami sangat mengapresiasi Ibu Nurhayati, M.Kes dan Tim, yang sudah bersedia turun ke Desa kami dengan medan yang ditempuh menggunakan kapal motor rakyat, yang jarak tempuhnya sangat jauh dari ibu kota Kabupaten Bangka Selatan. Apalagi saat ini cuaca yang sangat ekstrim untuk melakukan perjalanan laut,” ucap Kaur Pemerintahan Desa Celagen M. Bahtiar.

Ditegaskan pula oleh Kepala Desa Celagen A. Rakhman A,Ma.Pd.SD, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat baik sekali, seperti yang dikatakan oleh Kaur Pemerintahan, dengan hadirnya Tim Pengabdian Masyarakat bisa membantu masyarakat Desa Celagen untuk hidup sehat.

Wartawan KoranForum.Com,  mengkonfirmasi kegiatan ini pada ketua Tim kegiatan Pengabdian Masyarakat Ny. Nurhayati, M.Kes. Dikatakannya, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan mengikuti slogan Kementerian Kesehatan yaitu GerMas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) menuju keluarga sehat.

Pada kegiatan kali ini, melaksanakan evaluasi pengetahuan ibu-ibu tentang penanganan dan penanggulangan diare. Ditambahkan lagi, bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Celagen, dimana hasil pemeriksaan pretest pada pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada Bulan Mei yang lalu, didapatkan tingkat pengetahuan masyarakat masih sangat kurang yaitu hanya sekitar 37,25%.

Selain itu, antusias masyarakat untuk menuju hidup sehat sangat bersemangat, tetapi kekurangan informasi mengenai kesehatan. Yang mana selama ini ketika masyarakat jatuh sakit, mereka bersandar pada kedatangan tenaga kesehatan dari Desa Pongok. (ibrahim)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *