Diguyur Hujan Lebat Pulau Belitong Dikepung Banjir Bandang

#Rumah Tenggelam, Jalan dan Jembatan Putus, Ada Buaya Terkam Warga

#Relawan PETA dan lainnya Bergerak Ke Penjuru Wilayah Pulau Belitong

KORANFORUM.COM, BABEL – Akibat diguyur hujan lebat selama beberapa hari dan juga diduga faktor kerusakan alam yang sangat parah, menyebabkan Pulau Belitong yang terdiri dari wilayah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dikepung banjir besar atau banjir bandang, sejak 15 Juli 2017 lalu hingga saat ini.

Dampak dari banjir bandang ini menyebabkan sejumlah jalan dan jembatan putus, ribuan rumah terendam air, akses transportasi dan komunikasi terputus, aliran listrik padam, serta munculnya hewan buaya ke perkampungan dan menerkam salahseorang korban banjir.

Pantauan sejumlah wartawan KoranForum.Com, sekaligus juga relawan korban banjir ini, melaporkan bahwa adannya akses beberapa jalan yang terputus, dikarenakan air yang terlalu tinggi, sehingga tidak bisa dilalui oleh pengguna jalan.

Komandan Resimen Pembela Tanah Air (PETA) Belitong Dirga, mengungkapkan, dirinya sejak awal timbulnya bencana banjir ini, bersama relawan Pemuda Belitung berkumpul di wilayah Kota Tanjungpandan, Belitung. Kemudian, mereka semua dibagi menjadi beberapa kelompok, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tanpa ada paksaan, agar dapat menyebar memberikan bantuan kepada korban banjir ke seluruh wilayah Pulau Belitong.

Saat itu, ada yang bagian kumpulkan dana relawan, ada yang turun ke lokasi bencana banjir, serta ada yang membantu evakuasi warga yang membutuhkan.

“Saat itu, sewaktu akan berangkat ke Badau Kabupaten Belitung, kami sempat terhenti di Kawasan Desa Aik Rayak Tanjungpandan, dikarenakan jalan yang terendam air cukup dalam,” beber Dirga.

Namun kami tidak patah semangat, dimana mencari akses jalan lain dengan berputar melalui Jalan Dukong Pilang, yang jaraknya lebih jauh.

Sampai di lokasi, mereka sempat ngobrol dengan warga setempat yaitu Nahrowi.

Ketika ditanyakan kejadian terjadinya banjir diwilayahnya, Nahrowi mengungkapkan, saat banjir ini dia berada di Wilayah Gantung, sedang menanam padi. Saat itu, dirinya mendapat kabar dari pak camat, supaya pulang dikarenakan banjir untuk mengevakuasi barang-barang yang ada di dalam rumah.

“Namun saat aku dating, ternyata barang-barang sudah timbul dan “berenang”. Sebenarnya tiap tahun juga terjadi banjir, tapi tidak sampai sebesar dan separah saat ini,” ungkap Nahrowi.

Setelah itu, tim relawan melanjutkan perjalanan menuju tempat lain, yang masih berada di Kawasan Desa Renggiang, dimana saat itu relawan juga sempat menanyakan sedikit informasi tentang banjir ini.

Nazar, salahseorang warga Renggiang menuturkan, bahwa banjir ini adalah banjir terbesar selama dirinya tinggal di Pulau Belitong ini.

“Pas malam dapat bantuan mie instan dan beras, tapi pakaian tidak ada dan yang dipakai sekarang ini minjam milik orang lain,” ujar Nazar kala itu.

Saat itu, Nazar menceritakan bahwa di desanya yaitu Renggiang, belum ada posko.

“Dari tadi siang sampai sore pas kami balik, belum nyala juga listriknya. Kalau aku kira mati total. Sampai aku balik jam 11 ,tadi masih mati lampu. Tapi di Posko SDN 46 pakai mesin gede. Fotonya belum ada saya ambil,” beber Nazar, saat itu.

Sedangkan informasi dari Relawan Pemuda Belitung, menceritakan bahwa hingga beberapa malam lalu, di daerah Buding yaitu Dusun Buding Belitung Timur, terlihat banjir mencapai kedalaman sekitar 4 – 7 meter.

Hasil wawancara dengan Kadus Buding, saat itu terdapat sekitar 30 rumah yang terendam banjir, yaitu di kawasan RT 8 dan RT 3.

Saat itu, terlihat banyak rumah tertutup air banjir dan sekitar 11 unit mobil terendam banjir, serta satu unit mobil hanyut . Sementara bantuan logistik masih kurang, karena akses dari Beltim ke Buding belum bisa ditembus, kecuali kalau dari arah Tanjungpandan Belitung. (riyansetyawan)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *