Reuni Alumni Niaga Unpas Bandung 96, Akankah Berulang?

MENGGELAR Acara pertemuan secara bersama dengan rekan atau sahabat setelah berpisah sekian lama dengan dihadiri banyak rekan dan sahabat tersebut, bisa saja mengarah pada acara reuni.

Memang acara reuni bisa dikatakan sebagai ajang langka yang sering menjadi momen yang tak terlupakan, sehingga ditunggu oleh berbagai kalangan untuk bisa berkumpul dan saling curhat berbagai masalah.

Bahkan, reuni menurut ahli Etnografi, Amalia Maulana, memiliki sisi positif untuk kesehatan dan keharmonisan hubungan pertemanan.

Reuni menjadi ajang bersosialisasi guna merekatkan kembali tali persahabatan. Salah satu tujuan reuni adalah untuk memperbarui citra diri seseorang guna tampil prima, mereka perlu merasa nyaman dan percaya diri baik dari segi fisik maupun emosional. 

“Reuni juga bermanfaat untuk mengembalikan peranan seseorang yang mungkin sudah terkikis oleh waktu,” kata Amalia, disela acara Polident Reuni Impian, di Lokasi Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012) silam.

Memang acara reuni itu sangat mengesankan. Misalkan saja, saat kuliah seseorang adalah bintang kampus, tapi 20 tahun kemudian tidak seperti dulu lagi. Hal itu kadang membuat orang ragu-ragu untuk datang ke acara reuni.

“Tapi, dengan adanya reuni, kita juga bisa semangat lagi untuk punya peranan seperti dulu,” ujar amalia.

Meski begitu, reuni juga kerap dipandang sebelah mata, karena kegiatan ini juga diidentikkan dengan hura-hura. Padahal, reuni tak harus menghambur-hamburkan uang. Bahkan, kadang ada juga kasus di mana reuni berikutnya tak sesukses reuni pertama. Karena itu sukses tidaknya sebuah reuni tergantung dari penggeraknya.

“Ada yang reuni pertama lengkap, reuni kedua dan selanjutnya semakin berkurang pesertanya. Itu semua karena tidak ada ‘manajer’nya,” ucapnya.

Jika mengacu pada sebuah penelitian, pernah mengungkapkan akan manfaat dari kegiatan kumpul secara bersama dengan teman di ajang reuni. Ternyata kegiatan santai ini juga bisa membuat umur panjang. Bahkan, sebuah penelitian pernah menemukan fakta, bahwa seseorang yang banyak dikelilingi teman dan saudara, kemungkinannya meninggal lebih cepat berkurang 50 persen, dibandingkan mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial. 

Mungkin saja, pengetahuan atas hasil penelitian yang diuraikan diatas, telah menjadi suatu pegangan atau acuan dari para individu, keluarga, kelompok maupun organisasi untuk menggelar kegiatan kumpul bersama alias reuni ini.

Tak terkecuali, para mantan mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam wadah Alumni Mahasiswa Administrasi Niaga (ANI) Universitas Pasundan Bandung Angkatan 96, tak mau ketinggalan untuk menggelar acara reuni juga, yaitu tepatnya pada Tahun 2012 silam.

Dengan menetapkan lokasi reuni disalahsatu restoran khas Masakan Sunda, di Kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat, para alumni niaga 96 ini berkumpul bersama untuk lepas kangen, silaturahim dan membicarakan kontribusi alumni niaga 96 terhadap eks almamater, daerah dan bangsa ini.

Saat itu, para alumni niaga 96 yang berasal dari berbagai daerah, yaitu diantaranya adalah Fakhrul, Nazor, Dadan, Andi, Agus, Iwan, Acep Syamsudin, Sugeng, Sopian, Muadhib, Dempa, Atom, Asti, Yuli, Intan, Wiwit, Sridiana, Onengsih, Linda komariah, Linda Yuliani, dinny dan penulis berita ini, tak kuasa menahan keharuan dan kebahagiaan dapat melakukan pertemuan, setelah selama belasan tahun tak bertemu, usai lulus perkuliahan di Unpas Bandung.

Meski dalam “selimut” kebahagiaan dan perubahan status yang dimiliki oleh hampir seluruh alumni niaga 96 yang hadir saat itu, muncul berbagai sikap dan prilaku dari masing-masing diri alumni dalam meluapkan rasa kangen dan keharuannya kepada sesama rekan alumni.

Misalnya saja Fakhrul, saat kuliah dulu di Prodi ANI 96 Unpas, merupakan salahseorang mahasiswa yang dikenal ramah dan sopan kepada sesama rekan kampusnya, karena Fakhrul memiliki sifat solider dan beretika. Nah, ketika berkumpul dengan rekan-rekannya saat reuni setelah belasan tahun tak bertemu, Fakhrul sempat bernyanyi dan berjoget sebagai bentuk luapan emosi dan rasa kangen kepada para sahabat kampusnya itu.

Lain lagi dengan Dadan. Sosok mahasiswa ANI Unpas 96 ini, dulunya dikenal memiliki pribadi yang Humble dan murah senyum. Tak heran, Dadan memiliki banyak teman mahasiswa, baik itu satu angkatan maupun angkatan dibawah dan diatasnya. Ditambah lagi memiliki rupa yang cukup rupawan, menjadikan Dadan sebagai sosok mahasiswa yang dikenal banyak sahabat dan dekat dengan para dosen di kampusnya. Bahkan, karena memiliki rupa yang cukup rupawan ini, konon Dadan banyak “digilai” oleh para mahasiswi dan konon katanya banyak mahasiswi yang jatuh hati dan “terluka” oleh sikap Dadan yang ramah dan “handsome” ini.

Namun baik Fakhrul maupun Dadan, keduanya bisa dikatakan merupakan sosok yang cukup “melegenda” di kehidupan mahasiswa ANI Unpas Tahun 1996-2001 silam.

Nah, berbeda dengan Fakhrul dan Dadan, ada sosok mahasiswi ANI Unpas 96 yang memiliki sifat pendiam, tapi bisa menyenangkan dalam pergaulan. Dia adalah Asti Astuti. Wajahnya cantik, pembawaannya kalem, namun cerdas dan bersahaja. Infonya, Asti melepaskan status lajangnya tak lama setelah usai kuliah, dimana moyang asal Rancaekek Bandung ini, mantap menambatkan hatinya kepada seorang lelaki hebat yang berhasil menaklukan hatinya.

Berbeda dengan Asti, ada mahasiswi lain bernama Rina Juniarti. Moyang geulis asal Bogor ini, memiliki sifat yang agak berbeda dengan Asti. Rina cenderung terbuka dalam pertemanan dan berprestasi dalam perkuliahan. Infonya, kelebihan yang dimilikinya ini, membuat banyak mahasiswa senior yang aktif di organisasi senat maupun jurusan, menaruh hati kepada Rina. Tapi faktanya, Rina hanya menyerahkan hatinya kepada satu orang mahasiswa yang dikenal memiliki kecerdasan dan wajah yang cakep. Konon, Rina dan mahasiswa cakep itu kemudian menikah dan telah memiliki “buah hati”. Namun sayangnya, Rina tak hadir saat acara reuni ANI Unpas 96 Tahun 2012 silam.

Duh, letih rasanya jemari tangan kalau menulis kisah tentang kehidupan perkuliahan Alumni Niaga Unpas Bandung, angkatan Tahun 1996 ini. Sebab, kisah mereka tak kan habis untuk diceritakan satu persatu, karena panjangnya tulisan yang harus diketik dalam mengungakapkan kehidupan kampus mereka.

Alhamdulillah, akhirnya mereka bisa berkumpul secara bersama dalam suatu acara reuni tahun 2012 silam, untuk saling melepas kangen, curhat masa lalu dan lain sebagainya.

Semoga saja, pertemuan dalam acara reuni itu tak sampai hanya saat itu saja, tapi harus bisa berlanjut dalam menjalin tali silaturahim untuk saling memberi kabar, bersenda gurau, ngobrol, tukar pikiran, berbagi pengalaman maupun aktifitas lainnya. Tapi, apakah acara reuni yang pernah mereka gelar pada Tahun 2012 silam itu bakal berulang? Mereka lah yang bisa menjawabnya. Penulis sendiri hanya bisa berkata,”Hai sahabatku, Jangan pernah lupakan kebersamaan kita!”. (viva/jon)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *