Mardani Ditakdirkan Meninggal Dunia Dengan Diterkam Buaya Rawa

TAKDIR Yang telah digariskan oleh Sang Maha Kuasa, memang tak dapat dihindari oleh setiap manusia manapun di bumi ini. Termasuk juga Mardani (52), seorang warga Desa Tanjung Batu Itam Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), tak bisa menghindari taqdir yang telah dialamatkan kepada dirinya selaku manusia. Naas bagi Mardani, yang mengalami nasib disambar buaya rawa saat sedang memancing di sekitar kawasan Pelabuhan KBU milik PT Jabeltri, Dusun Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak. Akibat sambaran buaya rawa yang terkenal ganas ini, nyawa Mardani tak bisa diselamatkan hingga meninggal dunia. Kejadian peristiwa serangan buaya rawa kepada Mardani ini, dilaporkan pada hari Senin (4/4) pagi lalu, sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa, dengan luka akibat terkaman buaya pada tangan sebelah kiri. Sementara rekan korban, Belli (30) berhasil selamat dari keganasan buaya dan meminta tolong ke daratan.

“Benar ada kejadian itu.Satu korban dipastikan meninggal dunia dan satu korban lainnya selamat,” ungkap Kapolres Beltim, AKBP,Nugrah Trihadi,S.ik, melalui Kapolsek Dendang, Iptu Robby S Purba, kepada wartawan, Senin (4/4) lalu.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh awak media di lapangan, kejadian bermula pada saat korban dan rekannya bernama Belli, pergi bersama untuk memancing di sekitar pelabuhan KBU ( PT Jabeltri), dengan menggunakan perahu sampan. 

Setelah beberapa saat memancing, korban yang berada di belakang perahu sampan tersebut, secara tiba-tiba disambar oleh buaya rawa, hingga tercebur ke dalam air. barulah 15 menit kemudian, jasad korban muncul dari permukaan air. 

Rekan korban yaitu Belli, yang kebetulan berada dibagian depan perahu selamat, lalu secepatnya meminta tolong kepada nelayan lain, yang ada di sekitar pelabuhan. Beberapa saat kemudian, ada dua nelayan yang membantu evakuasi korban dan membawa korban kerumahnya.

“Jarak lokasi memancing sekitar 1 km dari pelabuhan KBU. Jenazah akan (telah, red) dikebumikan di TPU Dusun Tanjung Batu Itam pada siang ini,” beber Kapolsek.

Dengan kejadian yang menimpa Mardani ini, Kapolsek tetap menghimbau kepada semua masyarakat agar berhati hati dan tetap waspada saat memancing di sungai ataupun di perairan yang rawan dengan adanya buaya. “Tetap berhati hati dan tetap waspadalah, karena ada kemungkinan sejenis buaya terkadang tidak kita sadari datang dan bisa membahayakan jiwa kita,” pesan Kapolsek. (rianta)

 

 

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *