LIDIK KALTIM LAKUKAN ADVOKASI MASALAH PENDIDIKAN

foto, LIDIK KALTIM

 

UCAPAN peduli sebenarnya tidaklah cukup hanya melalui lisan saja, tetapi harus juga diikuti oleh sikap dan perbuatan nyata. Apalagi kata-kata tersebut dikaitkan dengan Pendidikan. Berbicara Peduli Pendidikan, kalau di jabarkan sangatlah luas,akan tetapi walau sedikit kita berbuat dampak tersebut bisa memberi arti dan manfaat yang mendalam bagi yang sangat membutuhkannya.

Misal saja, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 yang berada di Jalan D.I Panjaitan Kecamatan Sungai Pinang adalah salah satu sekolah dari sekian sekolah yang ada di Samarinda, yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak, baik itu pemerintah maupun swasta. Kenapa tidak, halaman Sekolah SDN 006 selalu banjir setiap musim hujan tiba. Bahkan banjir tersebut kadang menggenangi beberapa ruangan kelas, sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Lalu, Sekolah SDN 006 kadang terpaksa meliburkan murid muridnya hanya gara gara banjir. Kondisi tersebut, sebenarnya sempat dilaporkan oleh kepala sekolah kepada kepala Dinas Pendidikan terdahulu saat Hari Murti WS menjabat, yang kemudian berganti Ibnu Araby sampai berganti lagi pucuk pimpinan yang baru yaitu Asli Nuryadin.

Namun ternyata, SDN 006 sejak dulu sampai sekarang tetap tidak ada perubahan dan perhatian. Salah satu tokoh masyarakat sekitar sekolah yang tidak mau namanya di korankan yang kebetulan anaknya bersekolah di SDN 006 situ, mencoba bertukar pikiran dengan salah satu lembaga swadaya masyarakat yaitu Lembaga Investigasi Dan Informasi Kemasyarakatan Kalimantan Timur ( LSM LIDIK Kaltim), yang kebetulan LSM ini berbasis pada pengabdian bidang pendidikan dan dampak lingkungan. Mengacu dari informasi itu, DPW LIDIK Kaltim membentuk Tim yang dipimpin langsung oleh Sekretaris DPW LIDIK Kaltim Ir.Zainal Arifin.

Selanjutnya, pada tanggal 26 Agustus 2014 lalu, Tim LIDIK langsung mengunjungi sekolah SDN 006,setelah meminta keterangan kepala Sekolah dan beberapa guru, Tim LIDIK juga mengambil dokumentasi halaman sekolah dan ruangan sekolah yang biasa di genangi air saat banjir. setelah itu Tim LIDIK mendatangi Perusahaan yang bergerak dibidang perumahan yang tidak jauh dari sekolahan SDN 006 yaitu PT.CEM/CITRA LAND.rombongan Tim LIDIK diterima langsung oleh pihak managemen yang diwakili oleh Bu Siti dan Bapak Satrio. Setelah terjadi dialog antara pihak Lidik dan Manajemen Perusahaan PT CEM, menghasilkan kesimpulan yang pada prinsipnya Citraland siap memberi bantuan pengurukan pasir untuk meninggikan halaman sekolah, melalui Program Coorporate Social Responsbility ( CSR ).

Pada kesempatan itu, pihak Citraland menyatakan, mestinya jangan hanya Citraland saja yang dimintai bantuannya,karena disekitar kawasan Sungai Pinang terdapat juga sejumlah perusahaan lain. Padahal perlu diketahui, Citraland adalah perusahaan yang bergerak dibidang properti, yang usahanya membangun perumahan untuk kelas menengah keatas.

Setelah selesai menemui pihak Citraland ,Tim LIDIK bergerak menuju perusahaan pengembang yang lain yaitu PT.Alaya, dimana perusahaan pengembang ini menyulap bukit menjadi mal, puluhan ruko, perkantoran, sarana olahraga dan permainan untuk anak anak serta beberapa cafe. Namun saat itu, Tim LIDIK tidak berhasil menemui pimpinan PT Alaya. Sedangkan staf yang ada pada saat itu, tidak berani memberi komentar apapun dan menyarankan kepada Tim LIDIK untuk menemui secara langsung Bapak Jimmy, selaku Pimpinan di Kantor PT Alaya tersebut, yang kebetulan pada saat itu lagi berada di luar kota.

Kemudian, Tim LIDIK langsung meluncur menuju Kantor Camat Sungai Pinang, untuk memaparkan perihal kondisi sekolah SDN 006 yang sangat memprihatinkan di saat musim hujan.Tim LIDIK untuk selanjutnya menyerahkan kepada Camat Sungai Pinang untuk memfasilitasi dan mengundang beberapa perusahaan yang ada di sekitar kecamatan itu, termasuk juga mengundang pihak Dinas Pendidikan dan pihak sekolah SDN 006, agar dapat duduk bersama untuk bisa saling peduli dan memberi bantuan kepada sekolah SDN 006, agar segera terbebas dari banjir sehingga proses belajar mengajar anak bangsa bisa berjalan dengan lancar.

Saat itu, Muhammad Fahmi S.Sos,Msi, selaku Camat Sungai Pinang sangat berterimakasih kepada LSM LIDIK, atas perjuangan dan kepeduliannya kepada masyarakat Samarinda, khususnya terhadap pendidikan anak sekolah di kota tersebut. “Saya akan menghubungi beberapa pihak perusahaan,Dinas Pendidikan, SDN 006,Polsek Sungai Pinang,Koramil dan LSM LIDIK untuk duduk bersama, bagaimana caranya menanggulangi dampak banjir yang menimpa sekolah SDN 006 ini,” janji Pak Camat, saat itu.

Namun karena kesibukan sejumlah pihak, akhirnya pada tanggal 19 Desember 2014 lalu, bertempat di kantor Kecamatan Sungai Pinang digelar pertemuan yang dipimpin langsung oleh Camat Sungai Pinang Muhammad Fahmi,S.Sos,Msi. Pertemuan tersebut di hadiri Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Samarinda,Wakil Kepala sekolah SDN 006, PT Talang Sari, Citra Land, Camat Samarinda Utara, Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Cipta Karya, Polsek Sungai Pinang, Koramil Sungai Pinang, Lurah Lempake, Lurah Mugirejo dan LSM LIDIK Kaltim.

Menurut Pak Camat, masalah banjir tidaklah cukup jika hanya ditangani beberapa orang saja, harus ada perhatian dari pemerintah khususnya dari Instansi terkait. Sedangkan Kantor Camat Sungai Pinang sendiri kalau hujan deras sampai berjam jam juga kebanjiran. “Cuma saya minta kepada dinas Pendidikan dan juga kepada pihak perusahaan, agar memprioritaskan masalah banjir kepada sekolahan, agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan lancar,” harap Fahmi.

Akhirnya, pertemuan tersebut masih belum mendapatkan kesepakatan dan kepastian kapan direalisasikannya hasil pertemuan itu, disebabkan tidak hadirnya perwakilan PT Alaya. Padahal menurut camat, pihak perusahaan sudah dihubungi melalui telepon. Sedangkan PT Alaya adalah perusahaan yang paling dekat dengan Sekolahan SDN 006,daripada Citra Land dan PT Talang Sari. Kedepannya, Camat Sungai Pinang akan mengadakan pertemuan lagi dan mengharap kepada pimpinan perusahaan agar bisa hadir secara langsung, bukan diwakilkan kepada stafnya, agar bisa memberi jawaban dan keputusan. “Yang pasti proses ini akan terus di pantau dan dikawal oleh LSM Lidik Kaltim, sampai kondisi SDN 006 ini terbebas dari banjir,” tegas Zainal Arifin, yang kesehariannya menjabat sebagai Sekretaris DPW LIDIK Kaltim. (Zatika Yamani)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *