DESA BATU BERIGA SEWAKAN KAPAL MELIHAT GMT di LAUT

*Warga Batu Beriga Kecewa Dengan Pemkab Bateng

KoranForum.Com, Bateng, Babel — Sebagian Warga Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung melontarkan rasa kecewa, karena garis pantainya tidak menjadi objek perayaan melihat terjadinya proses Gerhana Matahari Total (GMT) tanggal 9 Maret 2016 lusa.

Mereka berpendapat, pantai yang berada di wilayah Desa Batu Beriga lebih menjanjikan, jika dibandingkan dengan potensi keindahan Pantai Desa Terentang Kecamatan Koba. Bahkan, keindahan pantainya mampu menyaingi pantai-pantai yang ada di Kabupaten Belitung, yang konon kabarnya bakal menjadi lokasi singgah untuk melihat GMT oleh Presiden RI Joko Widodo.

Kekecewaan warga ini, dibenarkan secara langsung oleh Kepala Desa (Kades) Batu Beriga, Endang Setiawan.

“Secara tidak langsung, kami kecewa terhadap Pemerintahan Kabupaten(Pemkab) Bangka Tengah(Bateng). Kenapa desa kami tidak dijadikan objek perayaan melihat GMT, padahal Pantai Batu Beriga lebih menarik,” ucap Endang, kepada KoranForum.Com, belum lama ini.

Menurut Endang, di sepanjang hamparan daratan Pantai Batu Beriga, khususnya di sepanjang Pantai Pulau Gusung tersebut, memiliki garis pantai yang panjang hingga mencapai sekitar 2 kilometer (Km), Ai??dengan hamparan pasir yang sangat putih. Bahkan, pantainyapun tidak membahayakan pengunjung, terutama anak-anak.

“Paling mengesankan lagi, ombak lautnya tidak kencang, karena pulau tersebut memiliki pantai yang surut. Saat air pasang, atau menjorok ke laut sejauh 500 meter, hanya memiliki kedalaman air 1,5 meter saja, sementara ditepiannya hanya sebatas mata kaki anak-anak,” ungkap Endang.

Sementara kondisi sebaliknya jika dibandingkan dengan Pantai Desa terentang, dimana ombaknya sangat tinggi, disertai pula hembusan angin sangat kencang. Selain itu, pantainya memiliki kedalamaan air mencapai dua meter lebih saat air pasang, ditambah lagi Ai??pasirnyapun berwarna coklat.

“Kalau Pantai Batu Beriga ini, tidak kalah menariknya dengan pantai-pantai di Pulau Belitung. Bahkan, Pak Jokowi pun bisa singgah di sini, dengan menggunakan kapalnya saat bertolak dari Jakarta, seperti di Belitung,” kata Endang.

Saat dipertanyakan kepada Endang, pernahkan Pemkab Bateng melakukan survei lokasi di Desa Batu Beriga, ternyata menurut Endang, pihak Pemkab Bateng melalui Dinas Kebudayaan, pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) bersama peneliti, pernah datang dan melihat langsung sejumlah titik di garis pantai.

“Merekapun saat itu, menyatakan disini merupakan titik yang paling menarik untuk melihat proses GMT. Tapi, kenyataannya, Pemkab Bateng malah pilih Pantai Desa Terentang,” sesalnya.

SedangkanAi?? apabila bicara masalah jarak tempuh, Endang memang mengakui kalau jarak tempuh ke Pantai Batu Beriga bisa mencapai sejauh 50 kilometer (Km) dari Kota Koba Bateng, atau sejauh 120 Km dari Kota Pangkalpinang. Sebab, titik pantai ini berada di ujung paling timur Kabupaten Bateng.

“Waktu jarak tempuh dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam sekitar 45 menit dari koba, lalu 2 jam dari pangkalpinang menuju dusun Tanjung Berikat Desa Batu Beriga kecamatan Lubuk Besar ini,”ungkapnya.

Namun, meskipun belum mendapatkan dukungan dari Pemkab Bateng, Endang selaku Kades Batu Beriga mencoba menawarkan titik alternatif untuk dapat melihat proses GMT, dimana lokasi itu bisa menarik wisatawan lokal maupun Mancanegara.

“Kalau masalah Homestay, kami akan mempersiapkannya. Silakan hubungi nomor 081280120129 ini, nanti semua rumah-rumah warga setempat, siap disulap menjadi Home stay untuk wisatawan,” tuturnya.

Ditambahkan Endang, selain pantai dan pulau yang indah, wisatawan bisa melihat langsung dua Bukit Penyabung, yaitu Batu Pandan dan Pelepas saat berjemuran di pantai. Lalu, bisa melihat tugu perjuangan, hingga bisa menikmati langsung ikan segar hasil tangkapan penduduk lokal. “Apalagi anginnya sepoi-sepoi, hingga bisa membuat badan dan pikiran Ai??menjadi terasa segar,” ucapnya.

Namun jika ingin melihat proses GMT di tengah laut, seperti yang dilakukan Pak Joko Widodo, maka para nelayan setempat pun siap menyewakan perahu motor mereka, dengan hanya membayar biaya sewa seharga Ai??Rp.1 juta.

“Kapasitas muatan orang bisa 8 hingga 10 orang. Sehari sebelum tanggal 9 Maret 2016, ayoo.. ke Pantai Tanjung Berikat, dijamin tidak nyesel deh,” ajaknya berpromosi. (ronie)

Ai??

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *