Bripka Seladi Disanjung Akom Menyerupai Perkataan Gusdur

Jakarta – Belakangan ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kisah seorang anggota Bhayangkara di Malang Jawa Timur, yang dikenal kejujurannya karena tidak pernah terima suap selama belasan tahun menjalankan tugasnya sebagai abdi negara.

Nama lengkap anggota Bhayangkara itu adalah Bripka Seladi. Anggota polisi yang dinilai memiliki sifat sangat mirip dengan mantan Kapolri Jendral Hoegeng ini, dikenal sosok yang sederhana dan jujur, hingga saat ini tengah banyak diperbincangkan publik.

Kisah anggota polisi bersifat mulia ini, dinilai telah memberi inspirasi akan sosok polisi sederhana dan jujur. Sebab, Bripka Seladi memilih mencari uang halal, dengan pekerjaan sampingan sebagai tukang memulung sampah.

Cerita tentang Bripka Seladi ini, rupanya sampai juga ke telinga Ketua DPR Ade Komarudin dan beberapa anggota DPR lainnya. Hingga akhirnya, politisi Golkar yang akrab disapa Akom ini, mengundang bripka Seladi makan siang bersama, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2016) siang.

Sebelumnya, Akom menelepon Mabes Polri untuk menyampaikan undangan kepada Bripka Seladi. Akhirnya, dengan didampingi Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono, Bripka Seladi bertemu Akom, yang saat itu juga didampingi Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, serta beberapa anggota DPR.

Lalu usai makan siang, Bripka Seladi dan Akom kemudian menemui wartawan. Saat itulah, Akom menyinggung tentang kisah polisi jujur yang pernah disampaikan Gus Dur. “Dulu almarhum Gus Dur presiden RI ke 3 pernah berkata, cuma ada dua polisi yang jujur, satu, Pak Hoegeng, kemudian yang kedua, polisi tidur. Tapi hari ini tambah satu lagi, dan akan terus tambah lagi polisi polisi di Indonesia,” harap Akom.

Bripka Seladi sendiri, dalam kesempatan itu, diberi juga penghargaan oleh Ketua DPR. Saat itu, Bripka Seladi yang menerima piagam tampak sumringah. Terlihat Senyum tampak dari bibirnya. “Awal mulanya saya mulung tahun 2004. Waktu itu saya terjepit masalah biaya anak istri saya,” tutur Seladi, mengawali kisahnya di depan para anggota DPR.

Dikisahkannya, setiap selepas dinas sebagai personil satlantas, Dia melakukan usaha dengan memulung sampah. Uang dari memulung sampah plastik itu, ternyata sukses menambah pemasukannya. Seladi juga sempat bercerita mengenai soal urusan SIM. Seladi memang berdinas di bagian SIM. Dia menyampaikan agar masyarakat tak membuat SIM lewat calo.

“Bikin SIM di kota itu mudah, jadi kalau ada yang bilang bikin SIM itu susah, itu hanya ucapan makelar atau calo saja,” tandas Seladi, yang mengaku kalau dirinya selalu menolak saat ada yang mencoba menyuap dia mengurus SIM. (net/herry)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *